Rabu, 11 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Sportainment

Kata Aji: Tanpa Fahmi, No Problem

22 Maret 2019, 10: 15: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

IKHLAS: Pelatih Persela Lamongan Aji Santoso menanggapi santai kabar kepergian M Fahmi Al-Ayyubi ke Bali United.

IKHLAS: Pelatih Persela Lamongan Aji Santoso menanggapi santai kabar kepergian M Fahmi Al-Ayyubi ke Bali United. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

LAMONGAN – Pelatih Persela Lamongan, Aji Santoso, menanggapi santai kabar kepergian M Fahmi Al-Ayyubi ke Bali United. Pelatih 48 tahun itu merasa percuma menggunakan pemain yang sudah tidak memiliki hati di tim. 

‘’Saya hanya mau melatih anak-anak yang mau bermain dengan hati. Kalau maunya Fahmi pindah kan artinya sudah tidak seratus persen di sini, itu percuma,’’ ujar mantan pemain dan pelatih Persebaya Surabaya tersebut.

Dia mengatakan, Fahmi masih terikat kontrak dengan Persela untuk satu tahun ke depan. Bali United yang sudah mengekspose Fahmi menjadi bagian klubnya dinilai masih sepihak.

‘’Biarpun diekspose seperti apa, kalau tidak ada surat keluar dari sini kan tidak bisa pindah Fahmi,’’ kata mantan bek andalan timnas PSSI tersebut.

Dia meminta pada suporter Persela tak merisaukan kabar kepindahan Fahmi. Bagi Aji hal ini wajar dalam dunia sepak bola profesional. Yang kurang tepat yakni etika dari Fahmi yang pindah secara sepihak.

‘’Suporter tidak perlu bingung. Saya selalu tekankan, saya melatih tim itu tidak pernah tergantung dari satu atau dua pemain. Jadi saya tidak masalah dengan tidak adanya Fahmi,’’ ujar pelatih yang pernah membawa Arema FC juara Piala Presiden tersebut.

Apalagi, lanjut Aji, kini dirinya memiliki pemain muda berbakat seperti Hambali, Arthur, Abi, dan Malik. Ketika memainkan formasi flank (sayap) masih terdapat nama Jefry Kurniawan dan Sugeng Efendy.

Aji mengamati ada penurunan performa mantan pemain Persela U-21 tersebut. Lama tidak berlatih, postur Fahmi makin gemuk, serta kondisi Fahmi tidak fit untuk dimainkan. Itu yang membuat Aji mencadangkan Fahmi pada tiga laga grup E Piala Presiden.

Pelatih berkacamata itu mengaku memiliki alasan kuat dalam menurunkan pemain dalam satu pertandingan. Termasuk ketika mempertimbangkan tak menurunkan Fahmi, yang sebelumnya lama tak bergabung latihan. 

‘’Waktu itu, Fahmi pun sempat saya ajak bicara. Dia bilang kondisinya tidak fit. Kalau saya memasang Fahmi, justru saya bisa diketawain sama pemain-pemain. Ini gak pernah latihan kok dimainkan..... hehehe,’’ katanya.

(bj/ind/jar/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia