Senin, 20 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Pleno DPTb KPUK, 2 Ribu Pemilih Pindah Tempat

21 Maret 2019, 17: 45: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

RESMI: KPUK Tuban menggelar rapat pleno DPTb Rabu.

RESMI: KPUK Tuban menggelar rapat pleno DPTb Rabu. (AHMAD ATHOILLAH/JAWA POS RADAR TUBAN)

TUBAN – Jumlah pemilih yang menyatakan tidak menggunakan hak pilihnya di Tuban pada pemilu 17 April mendatang mencapai 2 ribu orang. Jumlah tersebut berdasar hasil rapat pleno penetapan daftar pemilih tetap tambahan (DPTb) yang digelar Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Tuban Rabu (20/3).

Divisi Data KPUK Tuban Nur Hakim mengungkapkan, jumlah DPTb yang tercatat di KPUK, baik yang masuk maupun keluar Tuban mencapai 2.679 pemilih.

Diakui Hakim, pemilih yang mengajukan formulir A5 atau permohonan pindah tempat pemungutan suara (TPS) ke Tuban tidak sebanding dengan jumlah pemilih yang pindah TPS ke luar Tuban. Yakni, 561 pemilih berbanding 1.984 pemilih.

Praktis, jika dibandingkan dengan warga Tuban yang pindah TPS luar daerah, masih kalah banyak. Dengan demikian, jumlah pemilih di Tuban bakal berkurang. ‘’Istilahnya tidak berkurang, jumlah daftar pemilih masih tetap sama. Hanya, lokasi memilihnya saja yang berbeda,’’ kata dia diplomatis.

Apakah jumlah DPTb masih bisa bertambah? Hakim mengatakan, untuk saat ini sudah final. Namun, dia tidak bisa memastikan apakah masih ada waktu tambahan untuk mengurus A5 atau tidak. ‘’Kita belum bisa memastikan, kita tunggu kebijakan KPU RI,’’ tegasnya.

Hakim tidak menampik akan adanya DPTb lagi. Sebab, sebagian pemilih juga masih ada yang belum masuk DPTb, seperti tahanan di polres dan pasien yang dirawat di rumah sakit. ‘’Yang jelas, DPTb saat ini sudah final. Kalaupun nanti ada pemilih tambahan, akan direkap manual,’’ tandasnya.

Sekadar diketahui, pengurusan dokumen A5 ini merupakan pelayanan pindah memilih. Pada tahap pertama, KPU telah memberikan batas waktu mengurus formulir pindah lokasi memilih pada 17 Februari lalu. Selanjutnya diperpanjang hingga 17 Maret.

Formulir A5 ini diperuntukkan bagi pemilih yang tidak bisa mencoblos di TPS yang sesuai dengan identitasnya. Sehingga, dengan formulir A5 ini mereka masih bisa menggunakan hak suaranya di TPS terdekat. Syaratnya, cukup menunjukkan e-KTP atau surat keterangan (suket) pengganti e-KTP dan kartu keluarga (KK). Pemilih yang hendak pindah TPS bisa mengurus formulir A5 di panitia pemungutan suara (PPS) atau langsung datang ke kantor KPU setempat.

Tentu, ada konsekuensi bagi pemilih yang pindah TPS. Misalnya, bagi pemilih yang pindah memilih lintas provinsi, maka hanya bisa menggunakan hak suaranya untuk pilpres. Kemudian, bagi pemilih yang pindah dapil DPR RI, tapi masih di lingkup satu provinsi, maka hanya bisa menggunakan hak suaranya untuk pilpres dan pemilu DPD. Sedangkan bagi pemilih yang pindah luar dapil DPRD provinsi, tapi masih dalam lingkup DPR RI, maka hanya bisa memilih pilpres, pemilu DPD dan DPR RI.

Selanjutnya, bagi pemilih yang  pindah keluar TPS dari dapil DPRD kabupaten/kota, maka hanya bisa memilih pilpres, DPD, DPR RI, DPRD provinsi. Sedangkan hak suaranya untuk pemilu DPRD kabupaten/kota tidak bisa digunakan.

(bj/tok/ds/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia