Selasa, 20 Aug 2019
radarbojonegoro
icon featured
Features
Rischa Novian I., Pelukis Sketsa Wajah Realis

Belajar Otodidak, Karyanya Tembus Malaysia

Oleh: MUHAMMAD SUAEB

21 Maret 2019, 11: 50: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

SUKA REALIS: Rischa dengan santai menggoreskan kuas di kanvas. Awalnya coba-coba, kini karyanya menembus Malaysia.

SUKA REALIS: Rischa dengan santai menggoreskan kuas di kanvas. Awalnya coba-coba, kini karyanya menembus Malaysia. (MUHAMMAD SUAEB/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

RISCHA Novian Indriyani melukis sejak 2014. Awalnya coba-coba. Dari kebiasaannya itu, dia mulai melukis sketsa wajah. Karyanya sudah tembus Malaysia.

Perempuan berkerudung itu terlihat asyik menggoreskan kuas di kanvas. Beberapa coretannya itu tiba-tiba membentuk sebuah lukisan sketsa wajah. Serius tapi santai, itulah gaya Rischa Novian Indriyani ketika menggoreskan kanvas.

Di ruang tamu salah satu rumah warga Desa Wedi, Kecamatan Kapas, itu terlihat beberapa cat berjajar. Kuas tergeletak di sampingnya. Di dinding, terlihat beberapa lukisan karya perempuan lahir November 1991 itu.

“Ini lukisan sketsa wajah,” tutur perempuan akrab disapa Rizka itu.

Bakat melukis tidak datang sejak kecil. Bahkan, jika dilihat dari garis keturunannya, tidak ada yang suka melukis. Namun, Rizka saat ini sudah berkarya beberapa lukisan untuk memenuhi pesanan.

Bakat melukis itu, bermula dari berkumpul dengan teman-temannya di sanggar melukis. Dari lingkungan itulah, perempuan kelahiran Gresik itu mulai berkarya. Namun, dia lebih fokus lukisan realis. Salah satunya sketsa wajah.

Untuk tahap melukis, dimulai memakai teknik grid. Jadi lebih mudah dan cepat mengambil bentuk wajahnya. Kemudian harus diperhatikan bagian "T" atau  pada wajah. Di antara dua mata, hidung, dan bibir.

“Kalau itu beda dikit saja, nanti hasil wajahnya jadi nggak mirip,” ujarnya.

Setelah polanya terlihat, lalu arsirnya juga ada beberapa teknik. Dia lebih suka teknik full arsir dan dicampur sedikit teknik dussel di beberapa bagian tertentu. Ketika mengarsir, harus beberapa kali diulang. Tujuannya agar menemukan ayunan yang pas.

“Sebab, kalau tidak arsiran bisa jadi kasar dan tidak merata,” ucapnya.

Riska selama ini sering melukis di kertas. Tapi saat ini mulai melukis di media kanvas. Kalau di kanvas, dia sering mengambil imajinasinya sendiri. Langkah pertama, menentukan objek, biasanya dia konsep di kertas.

Tapi, jika sudah yakin, dia memulainya dengan dicoret dulu kanvasnya dengan pensil. Lalu ditebali dengan cat. Lebih sering menggunakan cat akrilik meskipun terkadang berbasis cat minyak.

“Kalau jenuh, lebih sering digunakan untuk melukis,” ujarnya.

Dalam sehari, Rizka mengaku bisa berkarya dua lukisan. Namun, karena saat ini mulai berkeluarga, dia mengaku kurang produktif. Beberapa karyanya sudah dibeli dari luar kota. Di antaranya Surabaya, Gresik, Semarang, dan Jakarta.

Bahkan, beberapa lukisannya dipesan warga Malaysia. Awal pemesanan itu dia mulai dari mengunggah via media sosial. Ternyata ada yang tertarik. Setelah berkomunikasi ternyata diminta dikirim ke Malaysia. “Paling jauh yang pesan dari Malaysia,” ujarnya sambil tersenyum. (*/rij)

(bj/msu/rij/aam/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia