Jumat, 22 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Komoditas Lele Capai 90 Persen

21 Maret 2019, 11: 15: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

MERAWAT: Salah satu warga di Bojonegoro yang membudidayakan ikan dengan kolam. Kini, potensi lele cukup mendominasi pada bisnis ikan di kota ini.

MERAWAT: Salah satu warga di Bojonegoro yang membudidayakan ikan dengan kolam. Kini, potensi lele cukup mendominasi pada bisnis ikan di kota ini. (M. NURCHOLISH/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Angka rumah tangga perikanan (RTP) budidaya kolam meningkat setiap tahunnya. Adapun komoditas budidaya ikan lele mengisi sekitar 90 persen dari jumlah RTP kolam. Masa pemeliharaan cepat, teknik yang sederhana, mudah, ekonomis, dan pemasaran yang mudah menjadi penyebab.

Menurut Kepala Seksi (Kasi) Perikanan Budidaya Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro Anita setyarini, pada 2018 jumlah RTP budidaya kolam sebanyak 2.210 orang. Komoditas ikan lele mengisi sekitar 90 persen.

‘’Jadi jumlahnya sekitar 1.989 hingga 2.000 orang. Sisanya disusul ikan nila, patin, tombro, gurami dan sebagainya,” kata Anita, sapaannya kemarin (20/3).

Menurut dia, maraknya minat budidaya ikan lele di kalangan masyarakat disebabkan beberapa hal. Yakni masa pemeliharaan yang cepat hanya tiga bulan. Selain itu, teknik pemeliharaannya juga sederhana, mudah dan ekonomis.

‘’Ikan lele juga mudah dipasarkan. Selain itu memberikan makan cukup tiga kali sehari dan rutin mengganti air kolam minimal seminggu sekali,” jelas dia.

Lanjut Anita, lele juga memiliki kemampuan beradaptasi dengan lingkungan yang tinggi. Sehingga tidak rentan terjangkit penyakit. Maka dari itu, jumlah hasil produksi ikan lele meningkat dibanding 2017.

‘’Hasil produksi budidaya ikan lele 2018 sebanyak 2.360 ton. Sedangkan 2017 ada 2.101 ton,” imbuh dia.

Meski begitu, pihaknya masih terus meningkatkan potensi perikanan di Bojonegoro. Sebab, masih ada ditemukan orang yang turut membudidayakan namun tak ada kelanjutan.

‘’Karena merugi dan gagal, banyak dari mereka hanya mencoba satu kali saja lalu tidak melanjutkan lagi,” ucap dia.

Dengan kondisi ini membuat Bojonegoro memiliki olahan lele asap yang terletak di Kecamatan Baureno. Jadi tidak hanya dijual mentah atau segar saja, melainkan berbentuk olahan siap saji.

‘’Dalam produksinya, olahan tersebut menghabiskan empat hingga lima ton ikan setiap harinya. Terkadang juga masih mendatangkan dari luar daerah. Seperti Pare, Tulungagung dan Nganjuk,” tukasnya.

(bj/dny/aam/cho/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia