Minggu, 17 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Petahana Didominasi Luar Bojonegoro

21 Maret 2019, 10: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

ilustrasi

ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Enam anggota DPRD Jawa Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) XII Bojonegoro-Tuban hasil Pemilu 2014, didominasi dari luar daerah. Hanya satu asli Bojonegoro yang terpilih. Dua berasal dari Tuban. Selebihnya luar wilayah dapil.

“Kalau melihat data hasil Pemilu 2014, masih banyak yang dari luar Bojonegoro,” kata Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Bojongeoro Fatkhur Rohman kemarin (20/3).

Menurut Rohman, melihat data alamat anggota DPRD yang menjabat hasil Pemilu 2014, Surawi Partai Demokrat berasal dari Bojonegoro. Khozanah Hidayati dari PKB dan Agus Maimun dari PAN asal Tuban.

Tiga anggota DPRD lainnya dari luar Dapil Bojonegoro-Tuban. Seperti Afwan Maksum dari PDIP beralamat Jakarta. Yayuk Padmi Rahayu dari Gerindra beralamat Kabupaten Gresik. Dan Freddy Poernomo dari Golkar beralamat Surabaya.

“Tentu itu semua menjadi kewenangan masyarakat. Yang bisa menentukan wakil itu masyarakat setempat,” ujarnya.

Dia menambahkan, pada Pemilu 2014 lalu, Dapil Bojonegoro-Tuban IX dengan enam kursi. Namun, Pemilu 2019 ini, nama dapilnya berubah menjadi Dapil XII. Jatah kursinya juga bertambah satu kursi. Sehingga, totalnya tujuh kursi.

Dari Pemilu 2014 lalu, enam parpol mendapatkan jatah kursi Dapil Bojonegoro-Tuban, DPRD Jatim. Yaitu PKB, PDIP, Gerindra, Golkar, PAN, dan Demokrat. Masing-masing mendapatkan jatah satu kursi di DPRD Jatim.

Karena pemilu tahun ini ada tambahan jatah kursi, tentu ada partai lain berpotensi berebut. Atau ada partai lain yang akan mendapatkan tambahan kursi di DPRD Jatim.

Rupiarsih, pengamat politik asal Bojonegoro mengatakan, caleg dari luar wilayah dapil, tapi berhasil lolos ke parlemen itu membuktikan yang bersangkutan bekerja keras. Karena, dipastikan memiliki jaringan dari daerah dapilnya.

Sebaliknya, jika tidak memiliki jaringan di dapil, dipastikan sulit lolos ke parlemen. “Orang luar bisa lolos, berarti itu luar biasa,” kata Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Bojonegoro itu.

Dia menambahkan, caleg DPRD Jatim yang berasal dari internal daerah dapil, tentu akan lebih mudah menggaet suara masyarakat. Selama memiliki modal sosial dan finansial cukup. Sebab, secara personal akan mudah dikenal pemilih, karena dari daerah asal.

Sehingga, tantangan caleg asal daerah dapil, akan lebih besar dibanding politisi dari luar dapil. Karena harus bekerja keras dan membangun jaringan yang kuat. “Semua caleg dari luar atau dalam dapil punya hak yang sama. Itu tergantung dari masyarakat menentukan pilihan,” ujarnya.

Yang penting, kata dia, masyarakat harus cerdas menentukan pilihannya. Alasannya pilihan mereka saat pemilu sangat menentukan lima tahun ke depan. Bagi caleg petahana yang sudah diberi kepercayaan masyarakat, namun saat duduk di parlemen tidak memperhatikan aspirasi masyarakat asal dapilnya, saatnya diberi pelajaran.

Melihat adanya tambahan jatah kursi di Dapil XII DPRD Jatim satu kursi, diprediski akan menguntungkan parpol pengusung kepala daerah. Dia mencontohkan di Bojonegoro dan Tuban, partai pengusung bupati terpilih, akan memiliki dampak positif untuk mendulang suara.

“Sehingga, tidak menutup kemungkinan salah satu parpol pengusung akan bertambah,” tegasnya.

Sementara itu Freddy Purnomo anggota DPRD Jatim memastikan langkah ditempuh saat ini lebih ringan dibanding 2014 lalu. Alasannya, Pemilu 2014, pihaknya masih mencari jalan dengan membentuk tim dan jaringan. Saat ini dia statusnya petahana. Maka, lebih mudah. Dia optimistis akan menambah suara pada Pemilu 17 April mendatang.

Terkait ada beberapa caleg DPRD provinsi yang baru, yang statusnya juga warga asal dapil, baik dari Tuban maupun Bojonegoro, dia menilai tidak menjadi halangan. Alasannya semua warga negara memiliki hak sama menjadi caleg.

(bj/msu/rij/aam/ai/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia