Minggu, 17 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Ini Jumlah Pemilih Lamongan yang Lahir 1 Januari

21 Maret 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

ilustrasi

ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

LAMONGAN - Kasus ditemukannya ribuan pemilih dengan tanggal lahir sama dalam daftar pemilih tetap (DPT) juga terjadi di Lamongan. Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Lamongan yang melakukan sampling verifikasi faktual mendapatkan data ada 85.991 orang masuk DPT dengan keterangan lahir pada 1 Januari.

Selain itu, terdapat 3.988 pemilih lahir pada 1 Juli, dan 2.521 pemilih lahir 31 Desember.  Komisioner Perencanaan, Data, dan Informasi KPUK Lamongan, Dewi Mashlahatul Ummah, mengatakan, informasi tersebut diterima dari KPU pusat.

DPT dengan tanggal lahir sama harus dilakukan verifikasi faktual ke lapangan. Setelah dilakukan verifikasi faktual, jumlah DPT yang tanggal lahirnya sama, 1 Januari, 1 Juli, dan 31 Desember, mencapai 92.500 jiwa.

Dewi menjelaskan, pihaknya juga melakukan sampling dari satu kasus sama, dan penarikan sampel yang dihadiri TKN 01 dan BPN 02.

Selama proses verifikasi, petugas ke lapangan dengan mencocokkan data melalui BPS, kasun, dan yang bersangkutan. Data yang diterima sudah sesuai E-KTP. Sehingga, mereka memenuhi syarat dalam DPT.

Dia tidak menemukan rekayasa sehingga menyebabkan kejanggalan terkait jumlah DPT. Bahkan, dalam verifikasi faktual ada lima poin yang menjadi pertimbangan KPUK. Yakni, tiga sampling terbanyak DPT tanggal lahir sama. Selain itu, ada 19 nama pemilih usia di bawah 17 tahun yang masuk DPT karena alasan menikah. Serta DPT usia di atas 90 tahun potensi kematian.

Dalam pelaksanaannya, satu dinyatakan tidak memenuhi syarat. Yakni tidak ada orangnya untuk DPT usia di bawah 17 tahun. Sebab, mereka ternyata sudah pindah, namun tidak melapor ke disdukcapil. Akibatnya, datanya masih ada. KPUK kemudian mencoret 19 nama tersebut.

“Sudah kita verifikasi, kalau memang masih ada kekhawatiran dan harus dilakukan verifikasi ulang, kita tunggu perintah KPU pusat,” tuturnya.

Dewi memastikan, data yang diverifikasi faktual sudah sesuai realita lapangan. Terkait data ganda, KPUK tetap melakukan penyisiran dan perbaikan elemen. Perbaikan dimulai dari NIK, NKK invalid. Jika memang dimungkinkan, maka akan dilakukan penghapusan salah satu.

Meski mengantongi administrasi kependudukan, kata Dewi, tidak lantas menjadi DPT. Sebab, masuk DPT apabila memenuhi syarat, bukan hanya mengantongi bukti fiisik seperti E-KTP/KK.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Lamongan, Sugeng Widodo, menjelaskan, terkait selisih data DPT tanggal lahir sama dengan KPUK. Sugeng memiliki alasan sendiri karena pihaknya tidak melakukan verifikasi satu persatu pemilik E-KTP. Meski sudah dilakukan penunggalan data, tapi data tersebut sudah tercatat di pusat. Apabila tidak ada laporan yang bersangkutan meninggal atau pindah, maka berarti data masih ada, tidak dihapus.

Menurut dia, sebelum ditetapkan menjadi DPT, dilakukan coklit untuk memastikan jumlah sesuai kondisi ril lapangan. “Ini penyebabnya selisih antara data DPT dan disdukcapil,” jelasnya.

Sugeng memastikan data yang diberikan ke KPUK sudah sesuai pusat. KPUK melakukan coklit sendiri di lapangan. Sementara untuk temuan data DPT dengan tanggal lahir sama dalam jumlah banyak, Sugeng memaklumi hal tersebut. Alasannya, rerata mereka berusia tua. Mereka kesulitan mengingat tanggal lahirnya. Akhirnya oleh petugas diberikan tanggal lahir sama untuk memermudah proses perekaman sebelumnya.

(bj/rka/yan/ai/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia