Selasa, 25 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Features
Keseruan Siswa-Siswi Berkebutuhan Khusus Nyanyi

Keterbatasan Fisik Bukan Hambatan Berkarya

Oleh: M. NURKOZIM

20 Maret 2019, 13: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

PUNYA BAKAT: Siswa-siswi berkebutuhan khusus unjuk gigi berkarya.

PUNYA BAKAT: Siswa-siswi berkebutuhan khusus unjuk gigi berkarya. (MOCHAMAD NURKOZIM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

Keterbatasan fisik tidak menghalangi para siswa ABK ini untuk berprestasi. Mereka terus berjuang dengan semangat tinggi untuk menjadi yang terbaik. 

‘’Bojonegoro tempatku bermimpi, wujudkan masa depan nan jaya’’. Itulah penggalan lagu berjudul Bojonegoro Matoh yang dinyanyikan Ahmad Nizam Amar Ramadhon kemarin (19/3). Lagu populer di era Bupati Suyoto itu dibawakan dengan apik oleh siswa SD Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Tambahrejo, Kecamatan Kanor itu. 

Ahmad Nizam tidak sedang pentas. Dia menjalani pekan olahraga dan seni (porseni) tingkat kabupaten. Jadi, tidak hanya dia saja yang menyanyi, tapi sejumlah siswi anak berkebutuhan khusus (ABK) lainnya. Nizam menyanyikan dua lagu. Satu lagu lagi adalah lagi wajib.

Dua lagu itu dinyanyikan Nizam dengan bagus. ‘’Terima kasih,’’ ucapnya kemudian diiringi tepuk tangan para penonton.

Nizam mengatakan ingin menjadi juara. Mengalahkan peserta lainnya dari sekolah lain. ‘’Ingin menang juara satu,’’ ucapnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Selain Ahmad Nizam, ada Ayu Chrismunica. Siswi SLB Putra Harapan Bojonegoro itu juga tampil memukau. Tidak tidak satu jenjang dengan Nizam. Dia siswa SMALB. Dia menyanyikan lagu dengan semangat luar biasa. Meskipun terdapat beberapa kekurangan pada bagian lagu. Tapi dia berhasil membawakan lagu hingga selesai.

Kemudian, Moch Prastiyo siswa SLB PGRI Kalitidu ini juga membawakan lagu dengan baik. Sebelum menyanyi dia mengucapkan kata-kata motivasi. ‘’Kita bisa seperti orang lain. Meskipun kita tidak melihat,’’ ucapnya.

Prastiyo memiliki kekurangan pada penglihatan. Namun, keterbatasanya itu tidak mematahkan semangatnya ikut berkompetisi. ‘’Saya pasti bisa,’’ ucapnya dengan optimistis.

Pengawas Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PLKL) Cabang Dinas Pendidikan Provinsi di Bojonegoro Dasiono mengatakan, siswa SLB sebenarnya memiliki kemampuan sama seperti anak umumnya. Hanya mereka memiliki beberapa kekurangan. Terutama fisik. ‘’Namun, jika dilatih terus mereka bisa berkarya,’’ ujarnya.

Selain menyanyi, para siswa-siswi juga berkompetisi menggambar, bermain catur, olahraga, dan  membaca puisi. Pria berkacamata itu menuturkan, selama ini siswa SLB memang masih dianggap sebelah mata. Namun, banyak siswa ABK yang memiliki kemampuan luar biasa dalam bidang seni. Bahkan, sudah banyak di antara mereka sudah bekerja disektor formal.

‘’Intinya, keterbatasan fisik itu bukan hambatan untuk berkarya,’’ tutur Dasiono.

(bj/zim/rij/aam/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia