Minggu, 17 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Rocky Gerung Ajak Masyarakat Berpikir

20 Maret 2019, 11: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

SERU: Rocky disambut masyarakat Bojonegoro saat memberikan kuliah. Tak hanya mahasiswa yang datang dari kalangan umum pun ikut datang. Mereka berebut untuk berswafoto.

SERU: Rocky disambut masyarakat Bojonegoro saat memberikan kuliah. Tak hanya mahasiswa yang datang dari kalangan umum pun ikut datang. Mereka berebut untuk berswafoto. (M. NURCHOLISH/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO – Kedatangan Rocky Gerung di Bojonegoro disambut hangat kemarin. Rocky hadir di Bojonegoro dalam rangka memberikan kuliah pada mahasiswa Muhammadiyah di Aula At Taqwa.

Kuliah umum yang bertajuk Membangun Nalar itu tidak dihadiri oleh mahasiswa saja. Kalangan umum juga banyak yang datang. Membuat Aula At Taqwa penuh.

Rocky Gerung memang menjadi daya tarik tersendiri. Pria yang pernah disangka menista kitab suci itu memang tengah populer. Apalagi, kedatangannya di sejumlah daerah kerap mengalami penolakan.

Rocky tiba di Bojonegoro pukul 13.45. Sebelumnya, dia berencana memberikan kuliah umum di Tuban. Namun, kehadirannya di Tuban mendapatkan penolakan. Sehingga, acara di Tuban batal digelar.

Dalam orasinya, Rocky mengajak masyarakat untuk mengutamakan berpikir. Menggunakan nalar dan akal sehat. Dalam segala hal. Seperti para pendiri bangsa.

‘’Apa jadinya jika Ahmad Dahlan tidak mendirikan Muhammadiyah. Tapi lebih memilih menjadi caleg?. Tidak ada universitas Muhammadiyah sebagai tempat berpikir,’’ ujarnya.

Selain itu, dia mengkritisi beberapa hal saat ini tidak lagi mudah dilakukan. Yakni, bersikap kritis. ‘’Saya ini tidak mengkritik orangnya. Yang saya kritik adalah kebijakannya,’’ ujar dia.  

Menurut Rocky, pada tahun politik seperti ini, diskusi politik dibuka seluas-luasnya. Semua bisa bicara. Sebab, politik itu merambah lapisan masyarakat. ‘’Emak-emak juga berpolitik,’’ ujarnya.

Rocky mengaku tidak memihak salah satu paslon capres. Baik nomor 1 maupun nomor 2. Namun, dia menjadi oposisi karena pemikirannya sendiri. ‘’Prabowo juga menjadi opisisi kerena kebutuahannya sendiri,’’ ujar Rocky.

(bj/zim/aam/cho/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia