Senin, 20 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Penyaluran Program Indonesia Pintar Madrasah Belum Tuntas

Tahun 2018

20 Maret 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

ilustrasi

ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

BOJONEGORO - Penyaluran bantuan program Indonesia pintar (PIP) 2018 untuk sekolah di lingkup kementrian agama (kemenag) belum tuntas. Sebab, tahun telah berganti dan masih banyak siswa yang belum mencairkan bantuan. Sulitnya lembaga sekolah mengkoordinir siswa kepada bank penyalur menjadi penyebab.

Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Penma) Kemenag Bojonegoro Abdul Wahid mengatakan, dari seluruh siswa yang menerima bantuan, pencairan baru terlaksana sekitar 50-60 persen. Hal tersebut terjadi pada pencairan PIP tahap kedua.

‘’Sebab, untuk tahap pertama telah tuntas. Mayoritas yang masih tersendat pada jenjang MI. Sedangkan MTS dan MA lancar,” kata dia kemarin (19/3).

Permasalahan tersebut, lanjut dia, intinya dikarenakan adanya salah paham kebijakan. Sebab dalam petunjuk teknisnya, pencairan PIP harus per siswa. Sehingga lembaga sekolah perlu membawa siswanya ke bank panyalur saat hendak pencairan.

‘’Lembaga sekolah sulit mengkoordinir siswanya untuk mencairkan bantuan di bank penyalur. Sebab, kita tahu sendiri di bank harus mengantre atau tidak bisa langsung dilayani. Jadi tidak mungkin dan kasihan membawa anak kecil,” jelas dia.

Adapun untuk mengatasi kendala ini, kata dia, telah bersosialisai agar pencairan PIP dilakukan secara kolektif. Lalu, harapannya dalam kurun seminggu ke depan, penyaluran PIP dapat dituntaskan.

‘’Sehingga siswa memberikan surat kuasa kepada lembaga sekolah untuk dapat mencairkan dana bantuan,” tutur dia.

Menurut dia, alangkah baiknya tidak secara langsung diterima oleh anak-anak. Sebab, dikhawatirkan dana bantuan tersebut tidak dialokasikan untuk keperluan pendidikan.

‘’Terlebih di era teknologi digital, dikhawatirkan bantuan tersebut digunakan anak-anak untuk membeli pulsa, paket internet dan sebagainya. Jadi tidak digunakan untuk menyokong kebutuhan pendidikan,” kata dia.

Dia berharap agar lembaga sekolah mampu mengoordinir dana PIP siswa dengan bijak. Yakni memergunakan dana tersebut untuk memenuhi kebutuhan pendidikan siswa di lembaga sekolah

‘’Seperti kebutuhan membeli buku, alat tulis dan peralatan sekolah lainnya,” jelas dia.

Dia melanjutkan, usai mencairkan PIP lembaga sekolah harus segera melaporkan kepada wali murid dan kemenag. Selain itu mengdakan musyawarah atau laporan pertanggung jawaban penggunaan dana kepada wali murid.

‘’Sehingga jika terdapat sisa uang agar dikembalikan kepada wali murid atau siswa,” tutur dia.

(bj/dny/aam/ai/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia