Minggu, 26 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Data Diri Caleg Dianggap Formalitas

20 Maret 2019, 10: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

ilustrasi

ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

PEMILU kurang sebulan lagi, tak sedikit orang yang masih bingung menentukan pilihannya. Apalagi, calon pemilih dicecar lima surat suara untuk mencoblos. Yakni pemilihan presiden, DPR RI, DPD RI, DPR provinsi, DPRD kabupaten, dan DPD. Beberapa dari mereka yang ingin memilih ada yang berusaha mencari rekam jejak para calon-calon tersebut.

Namun, ternyata bagi Alfian Guritno, 26, sangat mengecewakan. Karena informasi ia dapat dari situs infopemilu.kpu.go.id terkesan minim informasi. Hanya formalitas saja. Padahal, dia butuh rekam jejak para calon legislatif (caleg) selama ini seperti apa, bahkan nomor HP saja tidak tercantum.

“Mereka para calon wakil rakyat, tapi rakyat pengin tahu nomor HP atau rekam jejaknya secara detail saja tidak bisa. Tentu kurang pas bagi saya,” ujar pria lulusan ilmu komunikasi UMM itu.

Selain itu, Alfian merasa sangsi seberapa banyak calon pemilih menyempatkan waktunya mengulik rekam jejak calon-calon akan dipilihnya. Alih-alih hanya menunggu bisikan dari orang terdekat atau ikut-ikutan saja. Dia merasa kolom motivasi di dalam data diri para caleg tidak ada gunanya.

“Lebih baik buat kolom khusus untuk mengunggah semacam esai atau artikel sebagai concern-nya dia atau memberikan alasan-alasan kenapa ingin jadi caleg,” tuturnya.

Terpisah, Chusnul Chotimmah juga berpendapat sama bahwa situs KPU pusat kurang memberikan informasi rekam jejak para caleg. Hanya sebatas data diri saja. Sehingga, dia merasa masih abu-abu ketika ingin menentukan pilihan.

“Kalau hanya sekadar data diri buat apa? Kami kan butuh untuk mengkomparasi rekam jejaknya sebelum pergi ke TPS,” tuturnya.

Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan KPUK Bojonegoro Fatkhur Rohman mengatakan, para caleg memiliki hak agar data dirinya tidak dipublikasikan. Namun, di wilayah Bojonegoro tidak ada yang tidak mau dipublikasikan.

Karena bagi dia, salah satu pendidikan politik kepada masyarakat tentu mempublikasikan data diri kepada masyarakat. Tapi belum bisa detail, ia akui hanya sebatas data diri secara singkat. “Kalau caleg di Bojonegoro semuanya mau dipublikasikan, meskipun tidak dipublikasikan, data diri bentuk fisiknya ada di kantor kami,” ungkapnya.

(bj/gas/rij/aam/ai/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia