Jumat, 24 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Parpol Ketir-Ketir Kursi Melayang

Caleg Satu Parpol Saling Bersaing

20 Maret 2019, 10: 15: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

ilustrasi

ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

BOJONEGORO - Partai politik (parpol) mulai ketir-ketir dalam perebutan enam kursi DPR RI. Setiap parpol memiliki calon legislatif (caleg) petarung pilkada serta nama-nama tenar. Parpol yang belum mendapat jatah kursi, tentu pemilu tahun ini menjadi pertaruhan merebut kursi.

Tak hanya parpol, persaingan juga terjadi antar caleg. Sebab, para caleg juga berebut kursi menuju Senayan. Agus Maimun, salah satu caleg DPR RI dari PAN mengatakan, persaingan saat ini bukan antar caleg di luar parpol. Melainkan caleg di dalam parpol. Sehingga, persaingan merebut kursi akan lebih mudah.

Koordinator Daerah Pemenangan Pemilu DPW Golkar Jatim Aan Ainur Rofik mengatakan, di daerah pemilihan (Dapil) Bojonegoro-Tuban partainya memiliki dua nama besar. Yakni, Heany Relawati selaku mantan Bupai Tuban. Serta, Satya W. Yudha anggota DPR RI.

Dia menjelaskan, Heany merupakan bupati Tuban dua periode tentu bisa membawa magnet tersendiri bagi Golkar. Bagaimana dengan caleg lainnya? Dia yakin caleg lain juga memiliki basis massa tersendiri. Sehingga, bisa bertarung dengan caleg lainnya dalam memperebutkan suara. ‘’Kami sudah melakkan survei,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Aan menjelaskan, adanya metode saint league dalam perhitungan perolehan kursi harus membuat parpol harus menguatkan barisan. Sebab, parpol harus meraih suara terbanyak dibanding parpol lainnya.

Ketua DPD Demokrat Sukur Priyanto mengatakan, caleg DPR RI dari Demokrat ada 6 orang. Namun, target kursi DPR RI tidak berubah. Yakni mempertahankan kursi yang ada. ‘’Sejauh ini ada dua kandidat yang kuat,’’ ujarnya.

Demokrat memang memiliki caleg petahana. Yakni, Didik Mukrianto. ‘’Kita optimis bisa mempertahankan kursi di DPR RI. Kalau nambah sepertinya berat,’’ jelasnya.

Ketua DPD Nasdem Alham Ubey mengatakan, parpolnya menargetkan satu kursi DPR RI pada pemilu kali ini. Maklum, pada Pemilu 2014 lalu, Nasdem gagal meraih kursi DPR RI. ‘’Ya satu saja. Kalau dua sepertinya berat,’’ ujarnya.

Nama-nama caleg Nasdem terbilang tenar semua. Namun, Alham tidak tahu mana di antara mereka yang berpotensi mendulang suara banyak. Sebab, semuanya berpotensi.

Perebutan kursi DPR RI Dapil IX juga dilakukan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Periode sebelumnya, PPP terpaksa gigit jari karena tidak peroleh kursi DPR RI. Koordinator Wilayah Bojonegoro Tuban Lamongan PPP Sunaryo Abumain mengatakan, bahwa strategi para caleg PPP fokus menyosialisasikan program serta visi misi kepada konstituen.

“Target kami tentu bisa raih satu kursi. Kalau dua kursi terdengar terlalu berlebihan,” ujarnya.

Meski, PPP saat ini dirundung berita miring karena Ketua Umum PPP Romahurmuziy ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu, ia mengatakan akan terus bersemangat. Ada dua caleg PPP dominan berkompetisi merebut kursi DPR RI. Di antaranya Mukhlisin dan Thobahul Aftoni.

Dekan FISIP Universitas Bojonegoro Rupiarsieh merasa pergerakan caleg-caleg masih belum terlihat. Dia menilai dari sisi masyarakat, caleg hanya fokus pada pencapresan. Sehingga, para caleg justru kurang signifikan menyebarluaskan program-programnya kepada konstituen. Pun masyarakat juga terlihat kurang menggubris para caleg-caleg.

“Gebyarnya kampanye caleg tak terlihat mencolok, karena semua fokus pada capres cawarpres,” ujarnya.

Pergerakan terlihat hanya baliho-baliho dipasang di pinggir jalan. Namun, tidak ada isu-isu seputar Bojonegoro disinggung secara serius. Rupiarsieh justru khawatir dengan kondisi pemilu serentak tahun ini justru membuat masyarakat tak lagi menggunakan rasionalitas, hanya gunakan empati.

Sehingga, ada kemungkinan caleg yang dipilih oleh masyarakat hanya berdasarkan latar belakang partai koalisi di bursa capres.

(bj/gas/rij/aam/ai/min/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia