Rabu, 21 Aug 2019
radarbojonegoro
icon featured
Features
Cerita Komunitas Local Guide Lamongan

Diberi Hadiah Google Voucher Nginap Hotel

Oleh: AUDINA HUTAMA PUTRI

20 Maret 2019, 16: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

TELATEN BERI ULASAN TEMPAT YANG DIKUNJUNGI: Sebagian anggota Komunitas Local Guide Lamongan berfoto bersama di Alun – Alun Kota Lamongan. Mereka sering memberi ulasan tentang tempat yang dikunjungi.

TELATEN BERI ULASAN TEMPAT YANG DIKUNJUNGI: Sebagian anggota Komunitas Local Guide Lamongan berfoto bersama di Alun – Alun Kota Lamongan. Mereka sering memberi ulasan tentang tempat yang dikunjungi. (AUDINA HUTAMA PUTRI/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

Saat hendak berkunjung ke tempat wisata yang belum pernah didatangi, seseorang biasanya membutuhkan pemandu. Komunitas Local Guide Lamongan sering merekomendasikan tempat wisata maupun kuliner yang maknyus. 

Malu bertanya sesat di jalan. Itulah ungkapan yang sering didengar di telinga kita. Karena malas atau malu bertanya kepada orang-orang di sekitar, maka sebagian orang memanfaatkan smartphone untuk mengetahui tempat yang ingin dikunjungi.

Apalagi, Google memberikan layanan review bagi pengunjung tempat – tempat yang sudah ditandai pengguna mesin pencari popular tersebut. Google juga memberi apresiasi bagi orang-orang yang rajin membuat ulasan suatu tempat.

Triana Dewi, Ika, dan Muna termasuk sering memberikan ulasan tentang tempat – tempat yang mereka kunjungi. Bahkan mereka membuat komunitas Lamongan Local Guide (LLG).

‘’Di kota - kota besar komunitas ini tumbuh dan memiliki banyak anggota. Kegiatannya simple saja. Saat sedang di mana, lalu aktifkan perangkat maps di HP. Nanti ditulis saja bagaimana kesan-kesannya selama berkunjung di sana,’’ kata Triana kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (19/3).

Dia dkk mendapat banyak pengalaman setelah menjadi pengulas bagi di Google. Mereka menyumbangkan foto dan video untuk mesin pencari itu. Meskipun kegiatan mengulas terlihat gampang, pengulas harus konsisten. Sebab, Google akan memberikan level bagi setiap pengulas. Jika telah berhasil meraih level di atas lima, hadiah yang diberikan tidak tanggung-tanggung.

Pengulas yang terpilih akan berkesempatan mengunjungi kantor pusat Google di Montain View, California, Amerika Serikat.

‘’Sementara voucher yang pernah saya terima ada tiket bus eksekutif pulang pergi, voucher penginapan di hotel, dan tiket wisata. Yang mana saat saya cek ternyata harganya sangat mahal, tidak mungkin saya bisa merasakan semua itu dengan uang pribadi,’’ kenang Rudi, anggota komunitas tersebut.

Dengan mengusung slogan sharing, learning, dan connecting, LLG berusaha menjadi pengulas yang berkualitas. Sebab, ulasan mereka di Google menjadi panduan bagi banyak warganet sebelum mengunjungi suatu tempat. Setiap kali mengadakan kopdar, mereka melatih para anggota untuk bisa menulis ulasan yang bisa berpengaruh bagi pemilik tempat maupun warganet. Karena pengulas bisa menjadi sarana promosi bagi pemilik usaha.

‘’Misalnya rumah makan atau warung kopi yang diulas dibaca minimal seratus orang di Google. Otomatis indeks pencarian pemilik tempat tersebut jadi naik dan viral. Dampaknya warung jadi laris. Kalau ulasannya sudah popular, pengulas bisa diajak kerja sama untuk mempromosikan,’’ tutur Triana.

Namun, peluang menjadi pengulas sering juga disalahgunakan orang-orang yang tidak jujur. Biasanya, mereka tidak obyektif dalam memberikan ulasan. Foto-foto yang disertakan dalam ulasan tidak sesuai dengan kenyataan. Inilah yang biasanya membuat para warganet tersesat dan kecewa dengan tempat yang dikunjunginya.

‘’Kalau warganet sudah merespons negatif, Google sendiri yang akan langsung menghapus dan menutup ulasannya. Otomatis poin yang sudah didapatkan hangus, levelnya menurun. Akibatnya tidak bisa dipercaya lagi sebagai pengulas. Seharusnya, jika tempat tersebut tidak ada atau sudah ditutup ya pengulasnya sendiri yang menghapus,’’ imbuh guru bahasa Inggris ini.

Berdasarkan data yang dirangkum LLG, tempat di Lamongan yang paling sering diulas di Google dan Trip Advisor adalah Masjid Namira. Ada 4.474 ulasan tentang masjid termegah di Kota Soto tersebut.

Mengulas tempat di mesin pencari ternyata efektif untuk kampanye kegiatan sosial. Baru-baru ini LLG membantu komunitas nasi bungkus gratis dan Taman Pendidikan Alquran (TPQ) di Kelurahan Sukomulyo. Usai diulas dan di-acc oleh Google, donasi justru sering berdatangan tanpa disangka.

‘’Saya dapat kabar kalau TPQ tersebut tiba-tiba dapat kiriman bahan kain untuk seragam dari donatur asal luar kota. Donaturnya tahu ada TPQ yang membutuhkan bantuan ya dari ulasan kami. Alhamdulillah bisa membantu sesama,’’ kata Rudi.

Komunitas yang dilaunching minggu lalu ini baru memiliki 12 anggota. Mereka fokus membranding dan “menghidupkan” tempat-tempat umum yang ada di Lamongan. Sebab, Lamongan termasuk kota kecil yang seharusnya bisa berkembang dan maju layaknya kota-kota besar lainnya.

(bj/din/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia