Jumat, 24 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Anak Nikah Siri, Minta Menantu ke KUA, Eh.. Malah Dibogem

20 Maret 2019, 12: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

ilustrasi

ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

LAMONGAN – Ini hukuman bagi Sutarlan, 38, warga Kecamatan Bluluk, yang tega menganiaya mertuanya  Darsono, 60, Desember lalu. Dia Selasa (19/3) divonis lima bulan penjara karena perbuatannya tersebut.

Putusan itu dibacakan majelis hakim yang diketuai Rudy Wibowo didampingi anggotanya Ery Acoka Bharata dan Jantiani Longli Naetasi pada ruang sidang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Lamongan.

‘’Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Sutarlan dengan pidana penjara lima bulan dipotong masa penahanan. Serta membayar biaya perkara sebesar Rp 5 ribu,’’ kata hakim.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Heri Pamungkas, menyatakan, terdakwa melanggar pasal 351 ayat 1 KUHP. Perbuatan penganiayaan itu dibuktikan dengan hasil visum et repertum dari korban.

Darsono mengalami luka robek di mulut sebelah kiri setelah ditinju menantunya. Sutarlan membogem mertuanya karean merasa sakit hati. Sang mertua selalu meminta untuk meresmikan pernikahannya di kantor urusan agama (KUA).

‘’Terdakwa sudah dua tahun menikah dengan anak korban. Namun statusnya pernikahan siri,’’ jelas JPU.

Majelis hakim mempertimbangkan hal-hal yang dapat meringankan terdakwa. Yakni, terdakwa belum pernah dihukum serta keluarga korban memaafkan perbuatan akibat emosi sesaat itu.

Sutarlan yang ditahan sejak dua bulan lalu hanya bisa tertunduk saat mendengarkan vonis tersebut. Namun, usai palu sidang diketuk, dia menyampaikan kepada majelis hakim bahwa dirinya dan mertua telah sepakat berdamai.

‘’Minggu lalu, kami sekeluarga sudah berdamai Pak. Tidak ada masalah lagi. Mohon keringanan hukuman bagi saya,’’ pintanya.

(bj/din/yan/ai/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia