Minggu, 26 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Belum Berani Data SPBU Mini

19 Maret 2019, 12: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

CEK KELENGKAPAN: Petugas dinas damkar mengecek SPBU mini. Dan meminta menyediakan alat pemadam kebakarangan api ringan (APAR).

CEK KELENGKAPAN: Petugas dinas damkar mengecek SPBU mini. Dan meminta menyediakan alat pemadam kebakarangan api ringan (APAR). (M. NURCHOLISH/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

BOJONEGORO - SPBU mini tumbuh subur. Hampir di beberapa jalan poros kecamatan hingga setiap desa kerap ditemukan SPBU mini. Namun, Dinas Perdagangan (Disdag) dan Pasar Bojonegoro, ternyata belum mengantongi data jumlah pelaku usaha menyediakan BBM tersebut.

Kepala Bidang Bina Usaha Perdagangan (BUP) Disdag dan Pasar Agus Rimbawan mengatakan, jumlah SPBU yang resmi di Bojonegoro sebanyak 22. Sebaliknya, dia tidak mengantongi jumlah SPBU mini.

Alasannya, untuk SPBU mini itu belum diatur regulasi. Sehingga, pihaknya belum berani melakukan pendataan. Karena, sebenarnya keberadaan mereka itu ilegal. Disdag juga tidak pernah mengeluarkan izin untuk SPBU mini.

“Kami belum punya datanya, karena itu ilegal semua (SPBU mini, Red),” katanya kemarin (18/3).

Menurut Rudi, selama ini bekerja sesuai regulasi. Karena SPBU mini belum ada regulasi mengaturnya, dia tidak berani melakukan pendataan. Karena, jika melakukan pendataan, secara tidak langsung menyetujui keberadaan SPBU mini.

Dalam regulasinya, SPBU itu harus melengkapi izin dari disdag dan Pertamina. Namun, SPBU mini di beberapa desa itu telah berdiri dengan sendirinya. Tentu, pihaknya tidak akan ikut bertanggung jawab ketika terjadi sesuatu di lapangan.

Termasuk tentang adanya potensi kebakaran. Sebab, idealnya dalam SPBU harus menyediakan alat pemadam kebakaran api ringan (APAR). “Semua yang berdiri itu tidak ada izinnya, saya tak tahu jumlahnya,” tegasnya.

(bj/cho/msu/aam/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia