Kamis, 14 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Features
Dian Agus P., Penjaga Gawang Persela Musim Ini

Cedera saat Lawan Persela, Terkenang Satu Kamar dengan Huda di Timnas

Oleh: M. GAMAL AYATOLLAH

19 Maret 2019, 15: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BERHASIL BANGKIT LAGI: Dian Agus Prasetyo kini membela Persela Lamongan.

BERHASIL BANGKIT LAGI: Dian Agus Prasetyo kini membela Persela Lamongan. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

Dian Agus Prasetyo sempat tenggelam dari dunia persepakbolaan akibat cedera lamanya. Semangatnya yang tinggi membuat namanya kembali berkibar saat membela Persela melakoni babak penyisihan Piala Presiden 2019.

Awan mendung menyelimuti sekitar Stadion Surajaya Lamongan. Tak lama kemudian, air jatuh dari langit. Rintik hujan itu seolah menyambut pemain Persela yang hendak berlatih di stadion kebanggaan warga Lamongan tersebut.

Di ruang ganti, Dian Agus Prasetyo sibuk membetulkan tali sepatunya. Mantan penjaga gawang timnas itu musim ini bergabung dengan Persela.

Dian hobi bermain sepak bola sejak duduk di bangku kelas 2 SD. Sejak kecil dia memang ingin menjadi pemain sepak bola. Meski jarak tempat berlatihnya sekitar 14 kilometer dari rumah, Dian tetap bersemangat. Setelah pulang sekolah, dia mengayuh sepeda menuju lapangan hijau, tempatnya berlatih. Dalam seminggu, Dian berlatih tiga kali.

Hasil kerja kerasnya berlatih membuahkan hasil. Dian malang melintang di sejumlah klub sepak bola nasional. Pada level senior, dia pernah memerkuat Petrokimia Putra Gresik, Persijap Jepara, Pelita Jaya, Arema Indonesia, Barito Putera, Mitra Kukar, Pusamania Borneo FC, Persiba Balikpapan, dan Barito Putera.      

Selama berkarir di persepakbolaan nasional, kiper kelahiran Ponorogo yang memiliki tinggi badan 184 sentimeter itu pernah mengalami kejadian tidak menyenangkan. Dian harus total libur satu tahun karena cedera berkepanjangan .

 ‘’Saya pada waktu cedera kurang lebih selama satu tahun waktu membela Arema. Penyembuhan di rumah,’’ kenang bapak dua anak ini.

Cedera kaki kanan itu dideritanya saat membela Arema Malang menjamu Persela pada 2011. Laga tersebut dimainkan saat hujan. Saat menendang bola, Dian terpeleset. Waktu itu dirinya mengira hanya cedera biasa. Karena cedera tersebut, Dian harus menepi. Saat diperiksakan medis, ternyata tulang kering retak.

‘’Selama 10 bulan saya melakukan pemulihan,’’ kenangnya.

Cedera itu tak membuat semangat Dian pudar. Dia bertekad ingin sembuh dari cederanya. Hatinya dikuatkan dan tegar untuk menghadapi cobaan dalam karirnya.

‘’Kalau saya dulu tujuan utama adalah sembuh terlebih dahulu. Masalah masih menjadi pemain atau tidak, belakangan saja,’’ tuturnya.

Menurut dia, pemain bola mengalami cedera lama biasanya mengalami beban psikologis. Karena itu, dibutuhkan mental kuat untuk bisa bangkit. Jangan sampai mental lemah yang berakibat karir berhenti dan meninggalkan dunia persepakbolaan.

Pernah terlintas dalam pikiran Dian kalau berhenti, maka dirinya masih mempunyai tanggung jawab yang besar. Tak hanya tanggung jawab pribadi. Keluarga juga menjadikan beban.

‘’Karena sudah saya pilih menjadi pemain sepak bola, jadi harus berusaha bangkit lagi,’’ tuturnya.

Dian merasa istrinya sangat membantu dalam perawatan cedera. Dorongan semangat dari istri membuatnya cepat bangkit kembali.

Tahun lalu, dia ingin merapat ke Persela. Karena sesuatu hal, Dian gagal bergabung dengan tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut. Dia punya alasan ingin bermain di Stadion Surajaya.

‘’Kalau di Lamongan ini, saya masih ingat betul dengan sosok almarhum Khoirul Huda, salah satu kiper Persela dan putra daerah,’’ ujarnya.

Dian dan Huda pernah sama-sama dipanggil memerkuat timnas PSSI. Dian mengenang selalu tidur satu kamar dengan Huda, dimana pun berada. Kedekatan itu tak bisa dilupakannya sampai saat ini. Dia ingin bisa menggantikan peran Huda di Persela.

‘’Saya kira beliau adalah orang yang humoris, supel, dan mudah bergaul,’’ tuturnya.

Dian menceritakan, saat tim lagi jenuh, Huda bisa memecahkan suasana. Kedatanganhnya membuat semua pemain tertawa ceria lagi.

(bj/mal/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia