Minggu, 26 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Imingi CPNS Bayar Rp 250 Juta, Ditawar Rp 150 Juta

19 Maret 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

TERSANGKA PENIPUAN CPNS: Wawan Dwi Efendi, asal Desa Tambakrigadung, dikawal petugas Polres Lamongan.

TERSANGKA PENIPUAN CPNS: Wawan Dwi Efendi, asal Desa Tambakrigadung, dikawal petugas Polres Lamongan. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

LAMONGAN – Lagi, penipuan dengan iming – iming diangkat calon pegawai negeri sipil (CPNS) terjadi dan melibatkan warga Kabupaten Lamongan. Senin (18/3), Wawan Dwi Efendi, 39, asal Desa Tambakrigadung, Kecamatan Tikung dikawal petugas menuju sel tahanan.

Dia diseragami baju oranye tahanan karena diduga melakukan penipuan dengan iming – iming dapat memuluskan jalan seseorang menjadi CPNS. Korbannya, Mustakim, 50, warga Kelurahan Pakis, Kecamatan Sawahan, Surabaya.

Korban yang ingin anaknya menjadi CPNS Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, tergiur janji tersangka.   Kanit 1 Pidum Polres Lamongan, Ipda Sunandar, mengatakan, korban diminta menyiapkan uang Rp 250 juta agar bisa memasukan anaknya menjadi CPNS.

‘’ Korban sudah memberikan uang sebesar Rp 75 juta kepada tersangka,’’ katanya kemarin. Sunandar  menjelaskan, kasus tersebut berawal saat korban datang ke rumah tersangka, 3 Februari tahun lalu.  Korban ingin menanyakan adanya lowongan CPNS di wilayah Surabaya.

Tersangka kemudian membenarkan adanya lowongan tersebut di Pemkot Surabaya. Tersangka akhirnya memberikan tawaran kepada korban kalau dirinya bisa memuluskan jalan masuk menjadi CPNS.

‘’Korban diberikan harapan berkas dan semua dilakukan pendaftaran melalui pintu belakang,’’ tuturnya.

Karena penjelasan tersangka menggiurkan, lanjut Sunandar, korban akhirnya menerima tawaran. Sebagai uang pelican, tersangka menawarkan Rp 250 juta. Korban yang keberatan, mencoba menawar. Hingga akhirnya disepakati Rp 150 juta.

‘’Di waktu itu juga, korban memberikan uang pengikat sebanyak Rp 50 juta serta diberikan kuitansi bukti pemberian uang,’’ ujarnya.

Di akhir Februari 2018, korban datang ke rumah tersangka. Dia memberikan uang Rp 25 juta. Penyerahan uang ini juga disertai pemberian kuitansi bukti pembayaran dan bermaterai.

Setelah pembayaran itu, anak korban tak kunjung dipanggil. Hingga setahun berlalu, tetap tidak ada kabar lanjutan terkait perekrutan CPNS di Surabaya. Korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut.

Versi Sunandar, tersangka tidak bekerja sendirian. ‘’Terdapat salah satu temannya. Masih dilakukan pencarian oleh anggota,’’ katanya.

Teman tersangka itu dikenali bernama Damian, 45, asal Kelurahan Tlogopojok, Kecamatan Gresik. Menurut Sunandar, tersangka mengenali temannya saat bekerja di Gresik beberapa tahun lalu. Saat itu, melakukan pencarian karyawan masuk pabrik. Namun, kini merambah ke CPNS. Barang bukti yang diamankan, lanjut dia, dua kuitansi dengan materai.

Sementara itu, Wawan di hadapan petugas mengatakan, dirinya baru kali pertama melakukan penipuan dengan iming – iming CPNS. Dia melakukan perancangan bersama Damian. ‘’Jadi uang sudah saya  setorkan kepada teman saya di wilayah Gresik itu. Saya hanya sebagai pencari orang, pendaftar,’’ akunya.

Jika ada pembayaran dari calon korban, maka dirinya mendapatkan jatah 13 persen dari nilai uang tersebut. Namun, tersangka mengaku sampai saat ini belum mendapatkan uang yang dijanjikan.

(bj/mal/yan/jar/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia