Selasa, 20 Aug 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Pembinaan Warga & Deklarasi Pemilu Damai PSHT Cabang Tuban

18 Maret 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

DEKLARASI PEMILU DAMAI: Ketua PSHT Cabang Tuban Lamidi, SP bersama Ketua Umum PSHT Pusat Madiun Drs. R. Moerdjoko, H.W, Ketua Lembaga Hukum dan Advokasi PSHT Pusat Madiun Didik Mukrianto serta ketua rayon, dan dari Kodim 0811 Tuban, Polres Tuban berpose b

DEKLARASI PEMILU DAMAI: Ketua PSHT Cabang Tuban Lamidi, SP bersama Ketua Umum PSHT Pusat Madiun Drs. R. Moerdjoko, H.W, Ketua Lembaga Hukum dan Advokasi PSHT Pusat Madiun Didik Mukrianto serta ketua rayon, dan dari Kodim 0811 Tuban, Polres Tuban berpose b (Istimewa)

Share this      

PEMBINAAN warga dan deklarasi pemilu damai oleh Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Tuban di gedung Graha Sandiya, Jumat (15/3) malam berlangsung khidmat dan sukses. Sebanyak seribu warga dan pengurus rayon, ranting, pelatih, pamter dan pengurus PSHT Cabang Tuban mengikuti kegiatan yang dihadiri langsung Ketua Umum PSHT Pusat Madiun Drs. R. Moerdjoko, H.W bersama Bendahara PSHT Pusat Madiun Sudirman, S. Sos.

Begitu juga ketua cabang PSHT Tuban Lamidi, SP bersama pengurus, dan ketua cabang PSHT Bojonegoro Wahyu Subakdiono serta Ketua Lembaga Hukum dan Advokasi PSHT Pusat Madiun Didik Mukrianto. Juga, dihadiri perwakilan Polres Tuban dan perwakilan Kodim 0811 Tuban, Kapolsek Merakurak AKP Simon Triyono. Setelah ikrar Deklarasi Pemilu Damai, dilanjutkan penandatanganan bersama.

Ketua PSHT Cabang Tuban Lamidi dalam sambutannya mengajak seluruh warga PSHT untuk selalu menciptakan kondusifitas, dan semua warga PSHT di Tuban untuk bisa menempatkan diri mendukung keamanan dan kenyamanan di masing-masing wilayah. ‘’Insya Allah saudara-saudara kita bisa menempatkan diri, Insya Allah Tuban selalu aman dan damai,’’ tegasnya.

Drs. R. Moerdjoko H.W, Ketua Umum PSHT Pusat Madiun (kiri) dan Lamidi, SP, Ketua PSHT Cabang Tuban

Drs. R. Moerdjoko H.W, Ketua Umum PSHT Pusat Madiun (kiri) dan Lamidi, SP, Ketua PSHT Cabang Tuban (Istimewa)

Dia juga bercerita sejarah tentang PSHT di Tuban yang sejak berdiri dan berkembang pesat saat ini Tuban selalu aman dan kondusif. ‘’Siapapun warga SH Terate yang ada di Tuban, mari kita dukung Pemerintahan Tuban yang selalu kondusif, baik dan aman dalam rangka pemilu presiden dan pemilu legislatif,’’ tegasnya.

Sementara itu, Ketua umum PSHT pusat Madiun Drs. R. Moerdjoko, H.W mengapresiasi kegiatan yang digelar PSHT Cabang Tuban ini. Pihaknya berharap deklarasi ini tidak hanya retorika belaka. Namun punya maksud agar keluarga besar PSHT khususnya Cabang Tuban nantinya tidak terjadi cerai-berai karena perbedaan pandangan, perbedaan sikap, dan perbedaan pilihan antara satu dengan yang lain. Karena pihaknya menyadari keluarga besar PSHT sangat heterogen dan majemuk dengan beragam latar belakang. Begitu juga dalam kegiatan politik dan berdemokrasi, karena mempunyai hak memilih dan dipilih. Dia lebih lanjut menyampaikan, karena bermacam-macam latar belakang ini, supaya tetap utuh tidak terjadi perselisihan saat pelaksanaan pemilu dan sesudah pemilu maka perlu mengambil langkah menyamakan visi dan persepsi.

Sehingga PSHT tidak terkungkung dalam politik praktis. Karena PSHT bersifat netral tidak berafiliasi politik manapun. Dia menegaskan, PSHT bagian dari masyarakat, punya hak dipilih dan punya hak memilih. Maka mempunyai kewajiban menggunakan hak. ‘’Jangan sampai warga PSHT golput, itu tidak boleh. Kita harus gunakan hak untuk menentukan masa depan bangsa,’’ tegasnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap deklarasi ini benar-benar diaktualisasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Artinya benarbenar apa yang dideklarasikan dilaksanakan betul.

Sementara itu dalam sambutannya, Moerdjoko menjelaskan tentang sejarah pendiri PSHT Ki Hadjar Hardjo Oetomo, yang juga perintis kemerdekaan, yang mewariskan budi pekerti yang luhur dan watak jiwa patriotisme.

Dan sejarah yang telah dilakukan PSHT dengan melakukan deklarasi ikrar kesetiaan pada Bangsa dan Negara pada 1974. ‘’(Isi deklarasi) menyatakan bahwa apabila Pancasila, Undang-

Undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ada yang berani menggangu gugat, maka seluruh pendekar SH Terate akan berjuang mempertahankan sampai titik darah penghabisan,’’ tegasnya.

Oleh karena saya ingatkan, persaudaraan PSHT harus tetap bisa menjaga marwah, ajaran tradisi dan aturan yang benar, dan baik. Diterangkan dia, disamping bersikap netral dan tidak berafiliasi dengan partai manapun, keluarga besar PSHT menolak adanya faham radikalime, terorisme, penyalahgunaan narkoba, berita hoax, ujaran kebencian intimidasi, provokasi yang sifatnya mengadu domba memecah-belah dalam bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Sementara itu, Ketua Lembaga Hukum dan Advokasi Didik Mukrianto menyampaikan, ini momentum penting untuk meneguhkan politik kebangsaan PSHT. Bahwa sesuai dengan khittah sejarah PSHT, pada Tahun 1922 berdiri SH Terate yang telah dianugerahkan pahlawan perintis kemerdekaan Ki Hadjar Hardjoe Oetomo, telah meneguhkan pondasi kenegaraan PSHT untuk merintis kemerdekaan Indonesia. Dan hingga perjalanan sekarang PSHT menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dengan sejarah. Mulai merintis kemerdekaan bahkan mengisi kemerdekaan hingga saat ini. Makanya politik kebangsaan PSHT ini mencari ikhtiar dan cita-cita yang harus diperjuangan oleh PSHT. ‘’Dimana Negara membutuhkan, dimana nasionalisme memanggil maka SH Terate selalu bersama Negara dan bersama-sama masyarakat,’’ tegas warga PSHT tingkat II, ini.

Oleh karena itu, sudah pasti dalam konteks pemilu, komitmen PSHT untuk ikut serta menjaga pemilu berjalan fair dan demokratis, adil dan kemudian pelaksanaan berjalan teduh dan damai. Maka PSHT harus memastikan mengambil ruang dan konstribusi yang nyata untuk bersama aparat dan masyarakat untuk sama-sama bahu-membahu agar pesta demokrasi ini dirasakan oleh rakyat secara sukaria, dan dirasakan secara kegembiraan. Pihaknya ingin memastikan dan ingin mengawal proses demokrasi ini betul-betul menjadi output yang diharapkan oleh rakyat berdasarkan nuraninya. ‘’Dan sudah barang tentu secara kelembagaan organisasi SH Terate tidak akan pernah kemudian melakukan sebuah politik pratis, melakukan dukungan kepada kelompok politik manapun. Kami (PSHT) ingin tetap pada politik kebangsaan kami. Kami akan tetap menjaga nasionalisme dan dedikasi PSHT untuk bangsa hanya satu. Yakni kita (PSHT) sampai kapanpun cinta nasionalisme kita hanya untuk Indonesia,’’ tegasnya. (*)

(bj/*/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia