Senin, 20 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

CJH Sisa Melunasi Rp 11,5 Juta

Batas Waktu Pelunasan 14 Hari

17 Maret 2019, 11: 15: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

ilustrasi

ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

BOJONEGORO - Para calon jamaah haji (CJH) hanya tinggal menunggu pelunasan. Namun, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) belum memastikan kapan pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) dimulai.

Kasi Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah Kantor Kemenag Bojonegoro Asik Syamsul Huda mengatakan, saat ini para CJH hanya tinggal menunggu pelunasan karena semua rangkaian sudah selesai. Mulai paspor hingga pemeriksaan kesehatan dan pemberian vaksin.

‘’Hanya (pelunasan, Red) tinggal menunggu kepastian tanggalnya saja,’’ jelasnya kemarin (16/3).

Asik menuturkan, BPIH untuk CJH embakarsi Surabaya adalah Rp 36,5 juta. Para CJH hanya tinggal melunasi Rp 11,5 juta saja. Sebab, sisanya sudah dibayarkan pada awal mendaftar dulu, yakni Rp 25 juta. ‘’Setiap embakarsi biaya pelunasannya berbeda-beda,’’ jelasnya.

Pelunasan dilakukan pada masing-masing bank tempat membayar BPIH awal. Namun, jika bank tersebut sudah tidak beroperasi di Bojonegoro, Kemenag akan memfasilitasinya. ‘’Kita akan panggil banknya. Supaya pelunasan bisa dilakukan di Bojonegoro,’’ jelasnya.

Batas waktu pelunasan adalah 14 hari sejak dimulai. Namun, nantinya akan ada perpanjangan dan pelunasan tahap berikutnya. Para CJH harus melunasi BPIH sesuai waktu diberikan. CJH yang tidak melunasi, tentu akan berangkat tahun depan.

‘’Karena itu CJH harus mempersiapkan dananya dari sekarang,’’ jelasnya.

Asik menjelaskan, tahun-tahun sebelumnya ada CJH yang gagal berangkat karena belum melunasi BPIH. Itu disebabkan tidak memiliki dana yang cukup. ‘’Tahun ini kami harapkan semua CJH siap melunasi,’’ jelasnya.

Di Bojonegoro jumlah CJH yang melunasi mencapai 1.215. Mereka terdiri CJH regular 1.134 dan 81 CJH cadangan. Saat ini CJH Bojonegoro juga tengah melaksanakan perekeman biometric. Itu adalah perekaman data. Program baru dari Kemenag pusat.

‘’Nantinya setelah perekeman itu tidak perlu lagi cek paspor saat di Saudi,’’ jelasnya.

Asik menambahkan, Kanwil Kemenag Jatim sudah mengusulkan ke Jakarta agar perekaman biometric bisa dilakukan di Bojonegoro. Sehingga, CJH tidak perlu ke Surabaya untuk perekeman. ‘’Saat ini perekaman biometrik baru ada di tiga kabupaten/kota. Banyuwangi, Malang, dan Surabaya,’’ jelasnya.

(bj/rij/zim/yan/ai/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia