Jumat, 24 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Parkir Dikelola Karang Taruna

Dispora Klaim untuk PAD dan Operasional Gedung

17 Maret 2019, 10: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

MEGAH: Selain gedung Sport Center yang besar, areal parkir juga luas. Saat ini, dispora kerja sama pengelolaan parkir dengan karang taruna setempat.

MEGAH: Selain gedung Sport Center yang besar, areal parkir juga luas. Saat ini, dispora kerja sama pengelolaan parkir dengan karang taruna setempat. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

LAMONGAN - Sejak diresmikan dua Minggu lalu, Sport Center Lamongan cukup ramai jadi jujukan atlet latihan atau menyaksikan pertandingan. Bahkan, berbagai kegiatan seremonial pemkab kerap diselenggarakan di lokasi tersebut. Seringnya event di Sport Center Lamongan, menjadi potensi parkir. Setiap motor pengunjung ditarik tarif Rp 3.000.

Kepala Dinas Perhubungan A. Farikh mengklaim, petugas parkir tersebut bukan binaan dishub. Sehingga dia tidak mengetahui regulasi mengatur besaran biaya parkir. Sampai sekarang, sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 21 Tahun 2010, parkir motor hanya Rp 500, khusus parkir berlangganan. Biasanya untuk kendaraan plat luar kota ditarik Rp 1.000 perkendaraan. 

Menurut Farikh, petugas parkir dishub memang terbatas. Mereka disebar ke sejumlah titik keramaian. Sementara untuk petugas parkir berjaga di pusat keramaian seperti toko atau lainnya. Biasanya kerja sama dengan pihak setempat.

Namun, untuk petugas parkir di sport center ini pihaknya belum mengetahui kerja samanya. Informasi diterima dengan instansi terkait, dikelola karang taruna. Tapi, Farikh belum melakukan koordinasi.

Hanya dia berharap dibedakan, untuk kegiatan pelayanan publik atau komersil lainnya. “Mengenai tarif juga lainnya sebaiknya memang dibedakan. Supaya melihat kegiatan juga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lamongan Muhajir mengatakan, petugas parkir sudah izin ke instansinya. Sesuai aturannya, diberlakukan bagi hasil 50:50. Karena lokasi tersebut cukup ramai sehingga perlu ada petugas parkirnya.

Nantinya, kata dia, dana sharing akan masuk pendapatan asli daerah (PAD), juga operasional gedung. Terkait pemanfaatan lahan, sudah dibicarakan antara karang taruna dan pengelola. “Saya rasa tidak ada masalah, karena nantinya juga untuk penunjang sarpras dan masuk ke daerah,” terangnya.

Terkait target, Muhajir belum bisa menetapkan. Karena baru berlangsung, sehingga masih dilihat perkembangannya. Kalau memang nantinya berpotensi baru ditetapkan besaran sumbangsih yang harus disetor ke daerah.

(bj/rij/rka/yan/min/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia