Jumat, 24 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Dampak Banjir, Beras Tak Berkualitas

17 Maret 2019, 10: 15: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

MENUMPUK: Aktivitas di gudang Pasar Beras Banjarejo. Saat ini beras petani terdampak banjir harganya merosot karena kualitas.

MENUMPUK: Aktivitas di gudang Pasar Beras Banjarejo. Saat ini beras petani terdampak banjir harganya merosot karena kualitas.

BOJONEGORO - Dampak banjir beberapa waktu lalu masih menyisakan duka bagi petani di Kecamatan Kalitidu dan Trucuk. Sebab, beras yang dihasilkan dari panen dini yang sebelumnya terendam itu, kualitasnya buruk.

Kondisi tersebut, membuat harga jual beras anjlok. Beras sebelumnya Rp 8.500 atau Rp 9.500 per kilogram. Karena terendam banjir, harga beras sekitar Rp 7.500 hingga Rp 7.700 per kilogram. ‘’Kulitasnya beras setelah banjir buruk, tentu berdampak terhadap harga,’’ kata Anang, 37, salah satu pedagang beras di Pasar Beras Kelurahan Banjarejo, ditemui Jumat (15/3) lalu.

Dia menuturkan, harga beras sebenarnya tidak mengalami penurunan. Asalkan kualitas berasnya bagus. Namun, penurunan itu karena beras terdampak banjir itu warna menguning dan campur hitam. Selain kualitas, penyerapan beras di pasaran atau konsumen juga seret. Bahkan, Bulog pun juga tidak banyak menyerap.

Jika beras yang kondisinya bagus, yaitu utuh dan putih. Harganya normal di atas Rp 8.000 per kilogram. Namun, karena hasil panen dari daerah terkena banjir itu, kualitas berasnya buruk. Maka, harganya juga murah. ‘’Karena penjualannya juga sulit,’’ imbuhnya.

Untuk beras bagus, dia bisa menjual ke luar kota dan Bulog Bojonegoro. Namun, karena kualitasnya buruk, beberapa pengusaha enggan membelinya, apalagi dalam jumlah yang cukup besar.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Pasar Bojonegoro Agus Haryana memastikan harga beras tidak mengalami penurunan signifikan. Sebaliknya, jika terjadi penurunan harga, karena adanya panen raya dan kualitas berasnya.

(bj/rij/cho/msu/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia