Selasa, 21 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Dua Minggu Lagi SPBU Mini Harus Miliki APAR

16 Maret 2019, 17: 45: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

LAYANI PEMBELI: Salah satu SPBU mini yang ada di wilayah Kabupaten Lamongan. Mulai bulan depan, semua SPBU mini harus memiliki alat pemadam api ringan.

LAYANI PEMBELI: Salah satu SPBU mini yang ada di wilayah Kabupaten Lamongan. Mulai bulan depan, semua SPBU mini harus memiliki alat pemadam api ringan. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

KOTA – Pengusaha SPBU mini di wilayah Lamongan diharuskan memiliki alat pemadam api ringan (APAR) di bangunan usahanya.

‘’Saya minta bulan depan pedagang semua harus memiliki APAR di tempat penjualan,’’ ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lamongan, M Zamroni.

Hingga saat ini, lanjut dia, data di dinasnya ada 112 pengusaha pom mini di Lamongan. Jumlah itu masih ada kemungkinan bertambah karena belum terdata. Zamroni mengklaim bulan depan melakukan pendataan lagi di semua wialayah di Lamongan.

Menurut dia, selama ini hanya beberapa pengusaha yang memiliki APAR. ‘’Alat tersebut sangat berguna sekali bagi di waktu ada masalah kebakaran,’’ katanya.

Jika pengusaha pom mini tetap tidak memiliki APAR, maka diberi surat teguran tiga kali. ‘’Kalau sudah dilakukan pembinaan, penjual tidak menghiraukan, tentunya diserahkan Pol PP saja, sesuai dengan peraturan yang ada,’’ ujarnya.

Menurut dia, kecelakaan kebakaran harus diantisipasi. ‘’Yang paling rawan pompa karena tak standar. Kebanyakan menggunakan pompa air, hanya diganti kelep untuk minyak saja,’’ jelasnya.

Zamroni juga sering melihat penempatan tandon BBM yang menyalahi aturan. Menurut dia, penempatan tandon seharusnya berjarak 15 meter (m) sampai 20 m seperti di SPBU.

‘’Pemilik pertamini kebanyakan menaruh di bawah pompa tersebut, sehingga sangat rawan sekali,’’ katanya.

(bj/mal/yan/jar/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia