Kamis, 27 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Meski Negatif, Belum Tentu Terpidana Narkoba Bersih

15 Maret 2019, 12: 10: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

PERSEMPIT RUANG GERAK: BNNK Tuban menggelar tes urine di Lapas Kelas IIB Tuban terhadap terpidana narkoba.

PERSEMPIT RUANG GERAK: BNNK Tuban menggelar tes urine di Lapas Kelas IIB Tuban terhadap terpidana narkoba. (CANGGIH PUTRANTO/JAWA POS RADAR TUBAN)

Share this      

TUBAN – Tes urine terhadap warga binaan lembaga pemasyarakatan (Lapas) kelas IIB Tuban kembali digeber Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tuban Rabu (13/3). Namun, kali ini tes urine dikhususkan bagi warga binaan kasus narkoba.

Kasi Rehabilitasi BNNK Tuban Heru Widodo mengatakan, ada 80 warga binaan terpidana narkoba yang menjalani tes urine. Hasilnya, seluruh warga binaan yang sebelumnya pernah mengonsumsi narkoba itu dinyatakan negatif.

‘’Kalau dinyatakan bersih seratus persen (terbebas dari narkoba, Red) untuk seterusnya kami tidak bisa memastikan. Tapi detik itu, saat tes urine, seluruhnya negatif,’’ tegas Heru.

Disampaikan Heru, seseorang yang mengonsumsi narkoba bisa terdeteksi positif melalui tes urine kurang lebih sekitar tiga hari. Artinya, jika ada warga binaan yang masih mengonsumsi narkoba di dalam lapas, kemungkinan tes urinnya masih ada yang terdeteksi positif.

‘’Yang jelas, kami melakukan tes urine ini secara mendadak. Tapi, sekali lagi, kami juga tidak bisa memastikan seluruh warga binaan (pidana narkoba, Red) sudah terbebas dari narkoba,’’ tandasnya.

Kepala BNNK Tuban AKBP I Made Arjana menambahkan, tes urine ini merupakan bagian dari program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). ‘’Sebagai deteksi dini kemungkinan penyalahgunaan narkoba di lingkungan lapas,’’ tutur Made.

Made menegaskan, deteksi dini penyalahgunaan barang haram melalui tes urine ini bakal terus digeber. Tujuannya, untuk menekan, mengurangi, dan mempersempit penggunaan dan peredaran narkoba di lingkungan Lapas.

Sementara itu, kepala Lapas Kelas IIB Tuban Sugeng Indrawan menegaskan, tes urine ini dilakukan untuk memastikan sekaligus mengetahui warga binaannya tidak ada yang mengonsumsi narkoba.

‘’Utamanya terpidana kasus narkoba. Kami ingin memastikan itu (bahwa tidak ada warga binaan yang mengkonsumsi narkoba, Red),’’ tandasnya.

(bj/tok/wid/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia