Selasa, 20 Aug 2019
radarbojonegoro
icon featured
Features
Siswi MTs di Lamongan yang Jago Sains

Lolos Penyisihan di Bojonegoro, Bablas Raih Emas di Surabaya

Oleh: RIKA RATMAWATI

15 Maret 2019, 10: 55: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BERPRESTASI: Robi’ah Adawiyah, siswi MTs di Lamongan yang jago sains dan meraih emas saat lomba di Surabaya.

BERPRESTASI: Robi’ah Adawiyah, siswi MTs di Lamongan yang jago sains dan meraih emas saat lomba di Surabaya. (RIKA RATMAWATI/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

Robi’ah Adawiyahberhasil memboyong medali emas pada Hidayatullah Mathematics dan Science Olympiad Surabaya (13/3). Prestasi bisa diukir dari keseriusannya dalam belajar.

Suaranya kalem, bahasanya halus. Kesehariannya selalu dihabiskan dengan membaca dan belajar. Itulah Robi’ah Adawiyah, gadis yang mendapat julukan kutu buku.

Robi’ah tak hanya belajar di sekolah dan rumah. Dia juga aktif mengikuti bimbingan belajar di luar. Buah kerja kerasnya dalam belajar membuahkan prestasi yang membanggakan bagi kedua orang tuanya. Keberhasilannya meraih medali emas dalam Hidayatullah Mathematics dan Science Olympiad Surabaya 2019 membuktikan kemampuannya pada bidang akademik. “Alhamdulillah dipercaya Allah untuk meraih juara,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Robi’ah dikenal sebagai pelajar yang mudah bergaul. Selain prestasi akademik, dia juga aktif mengikuti sejumlah kegiatan ektra. Robi’ah bisa mengatur waktu dengan baik.

Jelang olimpiade tingkat nasional tersebut, dia semakin sibuk. Selain bimbingan belajar di luar sekolah, dia juga mendapatkan bimbingan intensif dari guru mata pelajaran (mapel) selama dua bulan penuh.

Robi’ah bercerita, dirinya terbilang sering mengikuti kejuaraan sains. Namun, levelnya maksimal Provinsi Jawa Timur. Januari lalu, dia berhasil meraih juara satu dalam kejuaraan tingkat kemenag. Keberhasilannya meraih juara tingkat kabupaten maupun provinsi itu membuat pengalamannya bertambah.

Ketika ada seleksi sekolah untuk mengikuti olimpiade sains di Surabaya, dia lolos bersama kedua temannya. Robi’ah mewakili untuk lomba sains.

“Sejak kecil memang suka membaca dan menghafal, sehingga lebih mudah saat belajar,” ujar bungsu empat bersaudara tersebut.

Ketika terpilih mewakili sekolahnya, Robi’ah senang. Namun, juga ada beban tersendiri. Sebab, dirinya sudah kelas MTsN 1 Lamongan. Banyak uji coba (tryout) yang harus diikutinya. Ternyata, kedua orang tua dan gurunya selalu mendukung. Robi’ah akhirnya memutuskan tetap berangkat dengan mulai mengikuti penyisihan rayon Bojonegoro sampai ke final di Surabaya.

Saat final, dia merasa banyak menemui pesaing berat. Utamanya dari SMP Petra Surabaya yang terkenal unggul bidang sains. Dia mengaku sempat merasa down karena soal biologinya cukup sulit. Ada beberapa butir soal yang tidak bisa dijawabnya. Soal tersebut dinilainya merupakan materi peralihan antara SMP ke SMA. Sehingga belum banyak yang dipelajarinya.

Meski begitu, dia tetap berusaha agar 35 soal bisa terselesaikan semua. Menurut Robi’ah,  ada selisih nilai karena kesulitan mapel itu. “Memang ada selisih nilai dengan Petra, tapi beruntungnya juara satu dua diberikan medali emas,” tuturnya.

Kepala MTsN 1 Lamongan, Sutar, mengatakan, madrasah akan terus mendukung siswa untuk berprestasi. Salah satunya, memfasilitasi untuk mengikuti olimpiade dan sebagainya. Supaya anak-anak bisa terus berprestasi dan membanggakan.

(bj/rka/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia