Senin, 09 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Habis Kebanjiran, Keluhkan Linu

14 Maret 2019, 11: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BERSIH – BERSIH: Salah satu ruang di sekolah yang terdampak banjir di wilayah Kecamatan Laren.

BERSIH – BERSIH: Salah satu ruang di sekolah yang terdampak banjir di wilayah Kecamatan Laren. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

LAMONGAN - Banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Lamongan sudah surut. Kini, laporan penyakit yang menumpuk di Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan.

Berdasarkan data dinkes dari puskesmas yang berkoordinasi dengan posko di wilayah Kecamatan Laren dan Babat, terdapat 76 warga yang melaporkan menderita penyakit linu atau nyeri otot. Selanjutnya, 31 laporan penyakit lambung (gastritis), 24 laporan derita ispa (gangguan pernapasan), dan 24 laporan penyakit gatal - gatal.

Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Lamongan, Herwidyah, mengatakan, ada beberapa penyakit yang perlu dilakukan penanganan cepat. Misalnya gastritis dan ispa. Warga yang terdampak biasanya mengabaikan makan. Sehingga, mereka terkena penyakit lambung.

Sementara untuk ispa, sebagian besar menyerang anak - anak. Kondisi cuaca dingin dan kebersihan rumah kurang bersih mengakibatkan ispa.

Seluruh penyakit yang dilaporkan masih bisa ditangani petugas puskesmas. Mereka tidak perlu diberikan rujukan ke rumah sakit.

Herwidyah menuturkan, pasca banjir, masyarakat perlu memerhatikan berbagai ancaman penyakit. Sebab, saat banjir, kondisi air sangat kotor. Bahkan sanitasi kurang dijaga.

Menurut dia, berdasarkan laporkan, terdata 224 orang terserang penyakit. Jenisnya, 13 penyakit.

Sementara itu, Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan, Muslimin, menuturkan, bantuan korban bencana masih terus diberikan. Bantuan bentuknya sembako dan selimut. Saat ini kondisi genangan air di rumah warga semakin surut. Mereka mulai membersihkan rumah-rumah.

Namun, jumlah rumah yang kebanjiran hingga kemarin mencapai 425 rumah. Minggu lalu, datanya hanya 373 rumah. Rumah tergenang tersebut kondisinya masih aman.

Muslimin menambahkan, banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo berdampak pada 3.595 jiwa. “Ada beberapa kerugian, baik moril maupun materil, kita masih kerjasama dengan banyak pihak,” ujarnya.

Camat Laren, Naim, menuturkan, saat ini sejumlah pekarangan warga masih tergenang akibat luapan Bengawan Solo. Terkait pertanian, sebagian besar sudah panen. Untuk komoditi padi yang masih berumur 5-7 minggu, terpaksa harus gagal panen. Tapi luasannya hanya 6 hektare.

(bj/rka/yan/jar/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia