Selasa, 20 Aug 2019
radarbojonegoro
icon featured
Features
Melan Nuraini, Siswi Mahir Hafalan Alquran

Setiap Hari Menghafal Usai Salat Tahajud

Oleh: M. NURKOZIM

13 Maret 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

SANTAI: Melan Nuraini ketika ditemui di sekolahnya kemarin.

SANTAI: Melan Nuraini ketika ditemui di sekolahnya kemarin. (MOCHAMAD NURKOZIM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

MELAN Nurani masih di dalam kelas ketika Jawa Pos Radar Bojonegoro datang ke sekolahnya. Pukul 14.00 sekolah yang berlokasi di Jalan Pondok Pinang itu masih melakukan aktivitas belajar dan mengajar.

Melan asli Nusa Tenggara Timur (NTT). Tepatnya dari Kabupaten Beru. Dia masuk ke Bojonegoro sejak SMP. “Baru satu setengah tahun ini,” ujarnya kemarin (13/3).

Melan salah satu siswa berprestasi di SMP Plus Al-Fatimah. Terutama hafalan Alquran (tahfiz). Saat ini dia sudah hafal lima juz Alquran. Itu mengantarkannya menjadi juara pertama lomba tahfid tingkat SMP se-eks karesidenan baru-baru ini.

“Ini adalah juara pertama saya raih. Sebelumnya belum pernah juara,” ungkapnya bahagia.

Di usianya masih 13 tahun, Melan menghafal Alquran cukup banyak. Teman-teman sekelasnya baru bisa menghafal 2 sampai 3 juz. Melan menargetkan sampai akhir tahun pelajaran ini, dia sudah hafal 7 juz Alquran. Artinya, selama 3 bulan ini, dia bisa menuntaskan hafalan 2 juz.

“Harus berusaha terus. Latihan setiap hari,” ujarnya.

Bagi Melan, hafalan Alquran tidaklah menjadi beban. Dia selalu menjalani hafalan itu dengan gembira. Hal itu membuatnya cepat menghafal Alquran. Setiap setoran ke ustadah, dia selalu dinyatakan lancar. Tidak pernah mengulang hafalan lagi.

“Ya ada yang lancar lalu dilanjut. Ada juga yang mengulang,” jelasnya.

Meski demikian, hafalan Melan juga tidak selalu lancar. Beberapa kali dia pernah mengalami kesalahan dan harus mengulang. Namun, itu tidak sering. Kesalahan itu langsung dia perbaiki. Untuk cepat menghafal Alquran, dia memiliki cara tersendiri. Yakni hafalan setelah salat Tahajud. Yakni pukul 03.00.

Menurut dia, cara itu cukup ampuh membuat kemampuan menghafalnya semakin bagus. Daya ingat masih fresh. “Kalau siang atau malam hari tidak bisa. Kalau dini hari lebih tenang,” ungkapnya.

Dia melakukan cara itu setiap hari. Namun, setoran hafalan itu baru dilakukan dua hari sekali. Saat setoran itu, dia sudah menghafalnya dengan baik. “Teman-teman juga banyak yang melakukan cara seperti itu,” ujar siswi yang bercita-cita menjadi dokter itu.

(bj/zim/rij/aam/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia