Minggu, 17 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Jalur Bojonegoro-Babat Penuh Sesak

Ring Road Harus Sampai Baureno

13 Maret 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

ilustrasi

ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Rencana Pemkab Bojonegoro untuk membangun jalur lingkar atau ring road dinilai sudah tepat. Namun, ring road itu tidak cukup jika hanya melintas jalur Kecamatan Kapas-Kalitidu. Tetapi, harus sampai Kecamatan Baureno.

Kristanto Yuda, selaku PPK Jalan Nasional Wilayah XI di Bojonegoro menuturkan, permasalahan jalan di Bojonegoro tidak hanya di wilayah dalam perkotaan. Tapi, jalur Bojonegoro-Babat juga sudah penuh sesak.

“Volume kendaraan yang banyak dan jalan yang tidak begitu lebar menjadi masalah tersendiri,” ujarnya.

Karena itu, lanjut dia, jalur lingkar yang akan dibangun itu akan lebih baik sampai wilayah Baureno. Sehingga, Bojonegoro nantinya memiliki jalur alternatif lain. “Saat ini jika ingin ke Babat tidak ada jalur lain. Itu jalur satu-satunya,” ujar Yuda.

Yuda menjelaskan, ring road sampai Baureno itu tidak harus membatalkan rencana yang sudah disiapkan. Namun, hanya perlu menambahkan rencana baru. Yakni membangun ring road baru. Misalnya dari Kecamatan Balen sampai ke Baureno. “Jadi tidak harus langsung dari Bojonegoro ke Baureno,” jelasnya.

Yuda menjelaskan, jalur Bojonegoro-Babat sudah terlalu padat. Jika ring road dibuat, permasalahan kemacetan di jalan itu bisa teratasi. Jika sudah ada ring road, tentu rencana melebarkan jalur Bojonegoro-Babat juga bisa direalisasikan.

Yuda menuturkan, tanpa ada jalur alternatif, rencana pelebaran jalur itu tidak bisa dilakukan. Sebab, pelebaran jalan itu akan membuat kemacetan luar biasa. Itu karena saat ini semua kendaraan melintas di jalur Bojonegoro-Babat. Baik kendaraan umum maupun truk dengan muatan berat.

“Jika ada jalur alternatif, proses pelebaran bisa lebih lancar karena arus lalin dialihkan,” jelasnya.

Menurut Yuda, proses pembebasan tanah bisa dilakukan secepatnya. Sebab, dalam hal ini pembebasan lahan menjadi masalah yang rawan masalah. Lahan yang akan dijual bisa menjadi kelewat mahal karena permainan spekulan.

“Ini harus dilakukan dengan hati-hati,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro I Nyoman Sudana memastikan, dulu pernah ada rencana ring road sampai Baureno. Namun, saat ini rencana itu masih belum dipikirkan lagi. Sebab, anggaran yang dimiliki masih belum cukup.

(bj/zim/rij/aam/ai/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia