Selasa, 25 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Features
Ini Manfaat Ngopi Berbahan Kedelai Hitam

Terkandung Zat Aktif untuk Lawan Kanker

Oleh: M. GAMAL AYATOLLAH

12 Maret 2019, 15: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

NGOPI DARI KEDELAI HITAM: Mochammad Bagus Affandy dan gorengan bijian kedelai hitam.

NGOPI DARI KEDELAI HITAM: Mochammad Bagus Affandy dan gorengan bijian kedelai hitam. (M. GAMAL AYATOLLAH/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

CUACA siang itu di wilayah Lamongan mendung. Sebuah rumah bercat putih lengang. Namun, di dalam rumah tersebut seorang remaja sibuk menggoreng menggunakan wajan serabi tanah liat.

Tak jauh dari tempat penggorengan itu, terdapat ember yang berisi bebijian hitam seperti kopi habis digoreng. Mochammad Bagus Affandy, nama remaja tersebut, kemudian mendekati ember. Dia melakukan pemilahan bijian di ember tersebut.

Biji – biji hitam itu bukan biji kopi. Namun, kedelai hitam yang telah digoreng. Kedelai hitam tersebut dijadikan bahan untuk minuman seperti kopi.

Dia membuat bahan minuman tersebut sejak dua tahun lalu. ‘’Ide saya semua untuk membuat kopi dari kedelai hitam. Dilakukan penggorengan seperti kopi di serabi tanah liat,’’ tuturnya.

Bagus mendapatkan ide memanfaatkan kedelai hitam saat jalan – jalan ke wilayah Lamongan selatan. Saat itu, dia menjumpai banyak petani panen kedelai hitam.

Kedelai hitam selama ini digunakan bahan dasar kecap manis. Dia ingin memanfaatkan untuk kepentingan lain. Bagus mencari referensi tentang kedelai hitam. Dia juga berkonsultasi dengan salah satu gurunya di tingkat SMA.

Ternyata, kedelai hitam dapat membantu sirkulasi darah dan mengandung zat aktif untuk melawan kanker.

‘’Pembuatannya sangat sederhana. Hanya butuh ketelatenan dan jangan sampai gosong saat penggorengan,’’ jelasnya.

Awalnya, kedelai hitam dijemur selama satu hingga dua hari, tergantung pancaran sinar matahari. Kedelai itu dikeringkan hingga tidak ada kandungan air pada bijian tersebut. Setelah itu, kedelai hitam digoreng selama satu jam agar benar – benar matang. Namun, penggorengan jangan sampai gosong karena bisa terasa sangat pahit.

‘’Rasanya ada pahit, namun tak seperti kopi pada umumnya karena dari pengorengannya tersebut,’’ tutur bungsu dari tujuh bersaudara ini.

Hasil penelitian tersebut kemudian dilombakan. Januari tahun lalu, dia mengikuti lomba di Universitas Internasional Semen Indonesia Gresik. Hasilnya  mendapatkan juara 1. Bagus juga pernah meraih penghargaan saat lomba business plan di Universitas Prasetya Mulya Tangerang. Namun, Bagus sangat teringat ketika berlomba di IKIP PGRI Jember.

‘’Kalau di Jember, dua kali mengikuti perlombaan dengan kategori peserta umum dari kalangan SMA sampai kuliah, tak pernah mendapatkan juara,’’ kenangnya.

Meski tidak juara, Bagus mendapatkan saran dari juri. Saat melakukan penggorengan, biji kedelai hitam agar dicampur dengan biji alpukat. Alasannya juri, untuk menambah kadar – kadar lainnya. Alpukat dapat membantu menurunkan kadar kolestrol dan membantu daya tahan tubuh.

(bj/mal/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia