Selasa, 10 Dec 2019
radarbojonegoro
icon-featured
Bojonegoro

Jelang Pembangunan Ring Road Awas Makelar Tanah Beredar

12 Maret 2019, 10: 20: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

ilustrasi

ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Harga tanah di sepanjang jalur yang rencana dilewati ring road selatan harganya mulai merangkak naik. Sejumlah makelar tanah juga bermunculan. Makelar menawar harga tanah warga yang berada di sepanjang rencana ring road.

Harga tanah yang sebelumnya sekitar Rp 200.000 per meter, saat ini melonjak menjadi Rp 1 juta per meter persegi. Naiknya harga tanah itu karena berembus kabar akan ada pembangunan ring road pada 2020 mendatang.

‘’Harga naiknya cukup tinggi, jauh dari rata-rata,’’ kata Toha, salah satu makelar tanah di Kecamatan Kapas kemarin (11/3).

Dia menuturkan, sesuai informasi berkembang di masyarakat, jalur ring road akan dibangun mulai dari Desa Kedaton, Kecamatan Kapas, kemudian Desa Ngumpak Dalem Kecamatan Dander dan tembus di Desa Ngujo, Kecamatan Kalitidu.

Khusus di Kecamatan Kapas, desa yang akan dilintasi rencananya Desa Kedaton, Plesungan, Sukowati, Tanjungharjo, Tapelan dan Bangilan. Beberapa ruas jembatan di sepanjang jalan tersebut, juga mulai dilebarkan.

Namun, kondisi jalan tersebut saat ini rata-rata masih paving. Sesuai dekomen RJMD yang telah disahkan pemkab bersama DPRD, proyek tersebut akan dibangun tahun 2020 mendatang. ‘’Sepanjang jalan itu belum banyak bangunan, rata-rata masih sawah,’’ tegasnya.

Ketua DPRD Bojonegoro Sigit Kushariyanto mengatakan, sesuai dokumen RPJMD ring road akan dibangun 2020. Namun belum ada kepastian titik akan dilalui. Karena nantinya akan tertuang dalam dokumen tata ruang dan wilayah yang saat ini masih dalam pembahasn, sebagai bengian dari penjambaran RPJMD.

‘’Menunggu RTRW (tata ruang kota dan wilayah),’’ katanya.

Pembangunan JLS itu, kata dia, untuk pengembangan wilayah perkotaan dan mengurai potensi kemacetan. Sebab, jumlah kendaraan terus bertambah. Dan sepanjang Jalan Bojonegoro-Babat setiap musim liburan dan Lebaran, menjadi langganan macet.

(bj/rij/msu/aam/ai/min/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia