Jumat, 24 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Halaman SD Banjir, Bersandal Jepit ke Sekolah

12 Maret 2019, 10: 10: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BERSANDAL JEPIT: Siswa SDN Pelangwot 1 Laren mengerjakan tugas yang diberikan gurunya.

BERSANDAL JEPIT: Siswa SDN Pelangwot 1 Laren mengerjakan tugas yang diberikan gurunya. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

LAMONGAN  – Banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Laren, Lamongan menganggu sebagian aktivitas warga. Bahkan, siswa SDN Pelangwot 1 harus bersandal jepit ketika masuk kelas. Mereka tetap semangat menjalankan ujian tengah semester (UTS) dengan kaki tanpa perlindungan sepatu.

‘’Banjir sudah mulai surut kemarin (Minggu) pukul 14.00,’’ tutur Sri Asih, guru kelas VI SDN Pelangwot 1.

Air yang sebelumnya menggenangi ruang kelas, tak terlihat lagi. Genangan hanya terlihat di halaman sekolah. ‘’Kemarin (Minggu) dijadwalkan di musala setempat. Tapi karena hari ini (kemarin) kelas sudah bisa dimasuki, jadi kita mencoba memasuki ruang kelas kembali,’’ imbuh Sri Asih.

Dia mengatakan, siswa kelas 1 sampai kelas 6 untuk sementara waktu pembelajarannya disatukan dalam ruang UKS. Hal itu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

‘’Karena kami masih menjaga keamanan dan keselamatan anak-anak,’’ tuturnya.

Seluruh siswa SD dalam satu kelas membuat pembelajaran kurang efektif. Ruang kelas menjadi ramai. ‘’Ya jelas untuk konsentrasi itu jelas beda, memang kurang. Anak-anak lebih konsentrasi kalau normal. Tapi untuk menjaga itu tadi, kami pilih jalan yang terbaik,’’ katanya.

Sementara itu, aktivitas belajar mengajar tak bisa berjalan dengan normal juga terjadi di TK PKK Laren. Kepala TK PKK Laren, Musfiro mengaku seluruh siswa diliburkan sejak air merendam TK Kamis (7/3).

‘’Siswa diliburkan mulai air masuk, karena mengkondisikan agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan bagi mereka,’’ ujarnya.

Dia mengatakan, banjir sudah berangsur surut. Namun, pihaknya masih cukup was-was banjir kembali merendam sekolah. Apalagi, kondisi seperti itu terjadi tiap tahun.

‘’Harapan ke depan pemerintah ikut memikirkan TK kami. Karena selama ini, tiap tahun terus banjir,’’ harapnya.

(bj/ind/yan/jar/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia