Kamis, 27 Jun 2019
radarbojonegoro
icon-featured
Bojonegoro

Begini Rencana Pembangunan Ring Road di Bojonegoro

12 Maret 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

UJI KELAYAKAN: Proyek ring road akan dibangun dengan dua alternatif.

UJI KELAYAKAN: Proyek ring road akan dibangun dengan dua alternatif. (M. NURCHOLISH/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Desain ring road (jalan lingkar) di kawasan perkotaan terus dimatangkan. Pemkab Bojonegoro akan melakukan fasiliblity study (FS) atau studi kelayakan ulang proyek ring road. Sebab, FS sebelumnya sudah terlalu lama. Sehingga, tidak cocok dengan kondisi saat ini.

Bahkan, ring road yang akan dibangun itu ada dua alternatif. Yakni dimulai di Proliman Desa Kapas dan Desa Sukowati. ‘’Kita nanti akan me-review fasiliblity study dan desainnya,’’ kata Kepala Badan Perencanan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) I Nyoman Sudana kemarin (11/3).

Nyoman menjelaskan, ring road yang akan dibangun itu ada dua alternatif. Yakni di mulai di Proliman dan Desa Sukowati. Keduanya di wilayah Kecamatan Kapas. ‘’Dua alternatif itu nanti. Tapi kita tunggu FS yang baru,’’ ujarnya.

Nyoman menjelaskan, ring road itu nantinya akan dibangun dengan lebar jalan 8 meter. Sisi kanan dan kiri ada trotoarnya. Sehingga, lebar lahan yang dibutuhkan adalah 16 meter. Namun, pihaknya juga sudah berkonsultasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Bappenas menginginkan lebar jalan itu totalnya 25 meter. Namun, itu membutuhkan anggaran yang besar. ‘’Saya sudah konsultasikan ke ibu (bupati). Beliau minta kita bangun sendiri dengan kemampuan keuangan kita,’’ terangnya.

Nyoman menjelaskan, pemerintah pusat memang pernah menawarkan akan membangun jalan itu secara total. Namun, dengan cacatan lahan harus dibebaskan terlebih dulu. Pusat tidak mau jika lahan masih belum bebas. Apalagi masih ada masalah.

‘’Selain itu, pusat juga akan menguji dulu kepadatan lalinnya,’’ jelasnya.

Menurut Nyoman, jalur yang akan digunakan dalam ring road itu sebagian sudah ada yang dicor. Yakni di sebagian wilayah Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander. ‘’Persisnya saya tidak tahu. Itu ada di PU,’’ jelasnya.

Bagaimana dengan ring road sampai Baureno? Menurut Nyoman, dulu memang ada rencana itu. Namun, saat ini rencana itu masih belum dipikirkan lagi. Sebab, anggaran yang dimiliki masih belum cukup. ‘’Yang ini saja lima tahun belum tuntas. Kalau yang Baureno itu belum ke arah situ,’’ ungkap dia.

(bj/zim/rij/aam/min/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia