Kamis, 18 Jul 2019
radarbojonegoro
icon featured
Features

Tekuni Bisnis, Kembangkan Peternakan Burung hingga Kerudung

oleh: M. Mahfudz Muntaha

11 Maret 2019, 18: 12: 05 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

BERKEMBANG: Bisnis Arip ternak burung yang terus meningkat.

BERKEMBANG: Bisnis Arip ternak burung yang terus meningkat. (M. Mahfudz Muntaha/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BLORA - Suara burung terdengar di sebuah rumah di Desa Turirejo, Kecamatan Jepon. Banyak burung jenis love bird di dalam sangkar yang bergantungan di depan rumahnya. Tidak hanya satu atau dua, tapi banyak.

Siapa sangka itu adalah rumah milik salah satu anggota Polres Blora. Dia adalah Bripka Arip Nirwanto. Arip, sapaan akrabnya menceritakan, bahwa burung love bird di rumahnya ini adalah salah satu bisnis ternak yang dia jalani. 

Selain dirinya menjadi salah satu anggota Polres Blora, dia juga berbisnis. Bukan hanya burung di depan rumahnya yang terlihat. Tapi masih banyak pasangan burung lagi. “Ini total ada 15 pasang burung,” ujarnya.

Bukan burung love bird biasa yang diternak oleh Arip. Semua adalah burung love bird jenis biola. Pastinya jenis burung love bird ini adalah burung yang harganya bukan lagi ratusan ribu, tapi jutaan. “Kalau dulu yang biola ini harganya bisa sampai Rp 15 juta,” ujar bapak dua anak ini.

Namun untuk sekarang, karena harga burung turun. Harga satu burung love bird biola masih Rp 4 jutaan. 

Itu pun masih untung untuknya. Karena ternak satu pasang bisa menetaskan sampai tiga burung dengan jenis yang sama. 

Dengan berbisnis burung tersebut, membuat Arip bisa menambah penghasilan di luar tugasnya sebagai seorang anggota Polri. Dirinya mampu membangun rumah dan seisi rumahnya dari binis ini.

Meski saat ini dirinya telah mendapatkan hasil dari ternak burung. Menurut Arip, awal memulai bisnis bukanlah mudah. Dia memulai semua binisnya dari nol. Yang mulanya pada 2015 lalu saat dirinya mulai menggemari dunia burung.

Mulai beli burung love bird hanya untuk hobi saja. Saat itu harganya Rp 400 ribu. Dia sering mengikuti kegiatan kicau burung di beberapa tempat, seperti Cepu dan Blora.

Kemudian burungnya bertelur lantas menetas. Anakan burung itu dia jual lagi. Hasil penjualan itu dia belikan burung lain yang lebih bagus lagi. “Setelah itu kok hasilnya bagus, kemudian saya mulai seriusi ternak,” ujarnya.

Sejak awal harga burung yang Rp 400 ribuan menjadi burung tipe jutaan.

Apalagi saat itu dia masih bertugas sebagai bhabinkamtibmas di Kecamatan Todanan, yang saat itu sambil bertugas dirinya sering bertemu dengan teman yang beternak burung. Saat itulah mulai serius bagaimana cara beternak burung. 

Sampai saat ini dirinya bertugas di bagian Humas Polres Blora, usahanya terus berjalan dan semakin maju. “Kalau sekarang karena waktunya lebih padat saya minta bantuan teman saya untuk ngurus burungnya,” imbuhnya.

Dengan majunya binis burung itu, kemudian bisnis lainnya dia geluti seperti membuat baki lamaran jualan kerudung dan lainnya. Ikut semakin maju.

Dengan bisnis yang dia geluti ini, Arip mengaku ingin meningkatkan kehidupannya sendiri. Yang pasti dirinya tidak mau memanfaatkan dirinya sebagai seorang anggota Polri.

Apalagi sampai melakukan perkerjaan dengan memanfaatkan statusnya menjadi beking kegiatan yang melanggar hukum. 

Dengan bisnis inilah dia ingin berdiri sendiri tanpa harus membebani tugasnya untuk mengabdi sebagai aparat yang melayani masyarakat. 

“Istilahnya saya dulu itu anaknya orang tani yang bisa jadi polisi sudah sangat senang,” kisahnya.

Sekarang dengan dirinya membuat bisnis ini adalah untuk membuat arah hidupnya juga lebih baik. 

“Ini juga kan diperintahkan oleh nabi, kalau memang ingin kaya itu diminta untuk berdagang,” pungkasnya.

(bj/fud/aam/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia