Selasa, 25 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Ring Road Akan Dibangun 2020

11 Maret 2019, 18: 09: 51 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

Ring Road

Ring Road (M. Nurcholis/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO – Rencana pemkab untuk membangun ring road terus berjalan. Rencananya, pengerjaan akan dimulai 2020 mendatang. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro Iskandar menjelaskan, rencana pembangunan ring road tersebut sudah masuk rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). 

Sehingga, pembangunan ring road itu akan tetap jalan. “Sudah masuk RPJMD. Hanya belum kita tuntaskan detailnya,” ujar Iskandar.

Iskandar menjelaskan, proses perizinan pembangunan ring road kini masih belum tuntas. Namun, proses izinnya masih terus berjalan. Izin yang kini sedang diajukan adalah ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub). “Izin memang belum tuntas,” jelasnya.

Dikatakan Iskandar, ring road rencananya dibangun dari kawasan proliman Kapas hingga ke Desa Ngujo, Kalitidu. 

Nantinya, ring road akan melintas di Ngumpakdalem, Dander, lurus hingga ke Ngujo. 

Iskandar melanjutkan, ring road nantinya akan mengurangi volume kepadatan kendaraan yang ada di kota. Selama ini arus lalu lintas di kawasan Bojonegoro Kota cukup padat. 

Sebab, semua kendaraan melintas di dalam kota. Bisa dilihat saat kendaraan bermuatan besar melintas di tengah kota. 

Kadang, truk dengan muatan yang cukup panjang saja, ketika memutar di Bundaran Sumbang pun kesulitan.

Nah, para kendaraan besar itu tidak punya pilihan. Sebab, tidak ada alternatif lain selain jalur itu. 

Menurut Iskandar, jika ring road beroperasi, maka truk tidak akan lagi melintas di kota. Namun, dari Ngujo langsung ke Kapas. Begitu juga sebaliknya. “Kondisi itu akan sangat berdampak pada pengurangan volume kendaraan,” ujar dia.

Selain merealisasikan ring road, pemkab memiliki rencana akan melebarkan jalan Bojonegoro-Babat. Bahkan, jalan itu rencananya akan dilebarkan hingga 16 meter. 

“Di kanan kirinya masih lebar. Bisa gunakan untuk jalan,” ujar Iskandar.

Saat ini, lanjut Iskandar, lebar jalan itu banyak digunakan untuk teras rumah atau ruko milik warga. Sehingga, lahan untuk jalan terkesan sudah habis. 

“Kalau itu ditata bisa lebih baik,” jelasnya.

PPK Jalan Nasional Wilayah XI Kristanto Yuda mengakui, Bojonegoro memang membutuhkan ring road. Sebab, kepadatan jalan dalam kota sudah mulai terjadi. 

“Jika ada ring road, maka kepadatan akan berkurang. Juga jalan tidak cepat rusak,” jelasnya.

Menurut Yuda, rencana pembangunan ring road itu harus segera direalisasi. Sehingga, dampaknya akan langsung  terasa. “Kementerian PU sepertinya siap memberikan bantuan,” jelasnya.

Yuda menuturkan, pusat dalam ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) akan memberikan bantuan jika lahan yang digunakan sudah siap. Bahkan, pemkab tidak perlu memusingkan biaya besar jika lahannya sudah siap. 

Sebab, dalam program itu paling besar adalah program pembebasan lahan. “Kalau itu sudah ada. Pusat siap memberikan bantuan,” jelasnya.

Diketahui, jalur itu disebut dengan Bojonegoro Outer Ring road (BORR) atau jalur lingkar selatan. Data lama menyebutkan jalur lingkar selatan akan melewati sejumlah desa di Kecamatan Kapas, Dander, Ngasem, Kalitidu, dan Purwosari.

Di sepanjang jalur itu akan memanfaatkan tanah negara, sudah berupa jalan sepanjang 10,5 kilometer. Lebarnya 7-11 meter. 

Lainnya, berupa pematang sawah sepanjang 8 kilometer. Dan, sawah milik masyarakat sepanjang 3,5 kilometer.

Recananya, jalur lingkar selatan dari arah timur Surabaya masuknya di Desa Kapas. Sedangkan pintu keluarnya di barat yaitu di Desa Ngujo, Kecamatan Kalitidu, atau Kecamatan Purwosari.

Panjang jalan lingkar selatan sekitar 22 kilometer. Namun, jarak tempuh jalan melalui jalur jalan raya dari Kecamatan Kapas, sampai Kecamatan Purwosari, mencapai 37 kilometer.

(bj/cho/zim/aam/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia