Senin, 27 Jan 2020
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Tanggul Kanor Kritis, Banjir Beralih Tiga Desa di Baureno

10 Maret 2019, 18: 13: 00 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

SABAR: seorang pengendara sepeda sedang melintas di titik tanggul kanor.

SABAR: seorang pengendara sepeda sedang melintas di titik tanggul kanor. (M. Nurcholis/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO - Kenaikan debit Sungai Bengawan Solo membuat tanggul di Kecamatan Kanor sempat tergerus. Bahkan, di beberapa sisi ada yang ambrol. Hal itu membuat masyarakat di sekitar kawasan itu khawatir tanggul jebol.

Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (9/3), ada tiga titik terjadi longsoran baru akibat terendam banjir Sungai Bengawan Solo. Bahkan, terdapat sisi tanggul yang hanya menyisakan lebar 1,5 meter. Tepatnya tanggul berada di RT 4 RW 3 Desa/Kecamatan Kanor. Sehingga, titik tanggul menyempit, kini tak bisa dilintasi kendaraan roda empat.

Kekhawatiran warga karena di sekitar tanggul kritis terdapat 57 rumah. Warga semakin waswas bila kondisi tanggul tersebut tidak segera ada penguatan kembali dan banjir dari hulu naik.

Sulasti, 62, salah satu warga menuturkan, banyak warga di sini merasa khawatir dengan kondisi tanggul tidak diperbaiki. "Saya takut dan khawatir, tanggulnya longsor sedikit-sedikit. Apalagi air banjir di bengawan ini tingginya sudah di atas bangunan rumah warga," jelasnya. 

Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Nadif Ulfia mengatakan, beberapa sisi tanggul ada yang ambrol. Hal itu membuat masyarakat di sekitar kawasan itu khawatir tanggul jebol. ‘’Tanggulnya memang kritis. Kami sudah terima laporan dari desa,’’ tuturnya.

Ulfia melanjutkan, terkait tanggul itu pihaknya sudah berkoodinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) selalu pihak yang berwenang dengan Sungai Bengawan Solo. Saat ini BBWS sudah menyiagakan material penutup. 

‘’Sudah kita kordinasikan. Dalam waktu dekat katanya akan ditutup longsornya,’’ jelasnya.

Namun, lanjut dia, turunnya debit bengawan membuat kekhawatiran akan jebolnya tanggul tidak begitu tinggi. Namun, jika debit mencapai siaga merah, tanggul itu dipastikan jebol. ‘’Kalau siaga merah kayaknya begitu. Tapi sebentar lagi akan ditutup,’’ jelasnya. 

Banjir yang melanda di Bojonegoro beberapa terakhir tidak hanya disebabkan melubernya air Bengawan Solo. Sejumlah anak sungai di kawasan Bojonegoro Kota yang tidak mampu menampung air mengakibatkan banjir. Di antaranya kawasan Desa Pacul dan Desa Sukorejo.

Sementara itu, ketinggian air Sungai Bengawan Solo di papan duga Taman Bengawan Solo (TBS) Kecamatan Kota mulai menyusut. Namun, kemarin banjir beralih di kawasan hilir atau ujung timur Bojonegoro. Persisnya tiga desa di Kecamatan Baureno.

Yakni di Desa Tanggungan, Lebaksari, dan Kalisari. Data Kecamatan Baureno, sekitar 60 rumah di tiga desa tersebut yang masih terendam banjir. ‘’Sudah mulai menyusut kok,’’ kata Camat Baureno Luluk Alifah saat dihubungi tadi petang.

Dia mengatakan, dari penuturan warga, banjir saat ini tidak separah tahun sebelumnya. Sehingga, warga tidak panik. Mereka juga tidak ada yang mengungsi. ‘’Mereka masih menempati rumahnya,’’ jelasnya.

Selain itu, lanjut Luluk, mereka juga tidak mau dibuatkan dapur umum. Mereka hanya meminta bantuan bahan makanan. Pemkab dan sejumlah lembaga kemarin memberikan bantuan bahan makanan. ‘’Ada dari BPBD provinsi juga polres yang memberikan bantuan bahan makanan,’’ jelasnya.

Luluk menuturkan, di tiga desa itu, banjir tidak sampai merendam semua rumah. Namun, akses jalan di tiga desa itu terganggu karena terendam banjir. ‘’Jadi, tidak keseluruhan desa,’’ jelasnya.

Luluk melanjutkan, pihaknya dan sejumlah OPD terus memantau kondisi warga yang terdampak. Jika sewaktu-waktu air naik, segera bisa diambil tindakan. ‘’Sejauh ini warga tidak mau mengungsi,’’ jelasnya.

(bj/cho/zim/rij/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia