Kamis, 12 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Sportainment

Berebut Puncak Klasemen

09 Maret 2019, 10: 40: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

DIHARAPKAN TAMPIL MAKSIMAL: Striker Persela, Ridwan, siap diturunkan melawan Arema FC pada di Stadion Kanjuruhan Malang pada laga kedua grup E Piala Presiden.

DIHARAPKAN TAMPIL MAKSIMAL: Striker Persela, Ridwan, siap diturunkan melawan Arema FC pada di Stadion Kanjuruhan Malang pada laga kedua grup E Piala Presiden. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

KOTA – Persela Lamongan harus bekerja keras untuk bisa memertahankan posisi puncak klasemen grup E Piala Presiden. Sebab, tim berjuluk Laskar Joko Tingkir ini bakal melakoni laga melawan Arema FC, runner up grup, nanti sore (9/3) di Stadion Kanjuruhan Malang.  

‘’Kita berusaha untuk menang, karena kalau menang kans untuk lolos kan besar,’’ tutur head coach Persela, Aji Santoso, kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (8/3).

Persela dan Arema FC sebenarnya sama – sama mengoleksi kemenangan pada laga perdananya. Bedanya, margin gol kemenangan Persela lebih besar. Tim pujaan LA Mania dan Curva Boys itu menaklukkan Persita Tangerang dengan dua gol tanpa balas. Sedangkan, Singo Edan, -julukan Arema FC, menundukkan Barito Putera dengan skor 3-2.

 ‘’Kita tidak ingin hanya mendapatkan satu poin. Sebab kita ingin meraih posisi minimal menjadi runner-up terbaik, dan lolos kebabak selanjutnya,’’ ujar mantan bek andalan Timnas PSSI era 1990-an tersebut.

Pada persiapan terakhir kemarin, Aji menginstruksikan pemainnya melakukan latihan futsal. Itu dilakukan untuk mensimulasikan skema dan strategi menghadapi Arema FC. Bagi Aji, tidak ada hal berbeda menghadapi bekas tim yang mendapatkan gelar Piala Presiden dua tahun lalu tersebut.

‘’Melawan Arema FC tidak ada yang spesial. Bagi saya biasa-biasa saja, sama seperti tim lainnya,’’ kata pelatih yang memiliki hobi tenis lapangan dan memelihara burung tersebut.

Aji mengaku tak memberikan instruksi khusus pada seluruh pemainnya. Dia menginginkan Ahmad Birrul Walidain dkk bisa bermain seperti pada laga sebelumnya.   

‘’Main tetap normal, seperti biasa saja,’’ tutur mantan pemain dan pelatih Persebaya Surabaya itu.

Jika melihat head to head, maka tim berkaus kebesaran biru muda ini sulit menaklukkan Arema FC di kandangnya sejak 2016. ‘’Jadi perlu perjuangan keras. Serta perlu taktik dan strategi tepat yang tentunya harus bisa dijalankan dengan baik oleh pemain di lapangan,’’ tukasnya.  

Menurut Aji, timnya memiliki nilai plus pada dua pertemuan terakhir di Liga 1 lalu. Pada leg pertama, Arema FC hanya mampu menang 1-0 di Stadion Kanjuruhan Malang, 7 Juli 2018. Saat putaran kedua, Persela mampu membungkam Arema FC dengan skor 4-0 di Stadion Surajaya Lamongan.

‘’Kita kalah head to head, tapi kan secara keseluruhan tidak kalah. Di Piala Presiden tahun lalu 2-2 dan kompetisi kemarin. Artinya semua di dalam sepak bola bisa terjadi,’’ imbuhnya.

Aji mengatakan, seluruh pemainnya tidak ada yang cedera. Semuanya dalam kondisi terbaik. Mantan pemain Persebaya Surabaya itu bakal menggunakan skema dan strategi yang berbeda menghadapi Arema FC.

‘’Yang jelas kami tampil dengan hal yang sedikit berbeda dibanding pertandingan pertama lalu,’’ ujar pelatih berkacamata tersebut.

Aji mengaku mendapatkan informasi bahwa Arema FC tak bisa menurunkan lima pemain andalannya. Dedik Setiawan, Hanif Sjahbandi, dan John A Farizi dipanggil timnas PSSI. Sedangkan Hamka Hamzah masih membutuhkan istirahat dan menunggu luka di bibirnya mengering. Serta Alfin Tuasalamony masih membutuhkan pemulihan setelah melakukan operasi karena sakit pada sistem pencernaannya.

Namun, dia mengingatkan kualitas pemain inti dan pemain cadangan Arema FC tidak jauh berbeda. Dia menilai Latif kualitasnya tidak kalah dengan Hamka. Sedangkan tidak hadirnya Dedik masih bisa digantikan Ahmad Nurhardianto.

‘’Jadi kita tidak mengambil keuntungan dari situasi yang dialami oleh Arema FC. Karena pemain starting eleven dan yang ada di bench tidak jauh berbeda,’’ ujarnya.

Disinggung pergantian pelatih Arema FC dari Milan Petrovic ke Milomir Seslija, Aji menilai dua pelatih tersebut cukup berkualitas. Termasuk sepak terjang Arema FC cukup menjanjikan di Piala Indonesia dan pertandingan pertama Piala Presiden lalu.

Sementara Persela, lanjut Aji, seperti memulai dari awal. Sebab sejumlah pemain andalan keluar. Terutama pemain di posisi winger yang sebelumnya ditempati Saddil Ramdani dan Guntur Triaji.

‘’Ini tim baru. Kita masih butuh proses untuk membentuk. Ini sebagai percobaan, sehingga di kompetisi nanti harus benar-benar matang tim ini,’’ tutur Aji saat dikonfirmasi via ponsel.  

Bagaimana kondisi Fahmi? Menurut Aji, kondisi Fahmi belum seratus persen. Dia memastikan tak akan menurunkan Fahmi di Piala Presiden, meski timnya membutuhkan winger.

‘’Fahmi ada tapi kondisinya belum bagus. Kemungkinan di Piala Presiden ini tidak akan kita turunkan,’’ katanya.

Pada laga sebelumnya, posisi winger ditempati Malik Risaldi. Pada pertandingan nanti sore, mantan pemain Persegres Gresik itu kemungkinan tak diturunkan. Malik mengaku ada skema berbeda yang diterapkan, sehingga dalam latihan dirinya tak masuk dalam starting line-up.

‘’Melihat ketika latihan, sepertinya saya tidak dimainkan di awal. Tapi saya tetap mempersiapkan diri jika dibutuhkan pada laga besok (hari ini),’’ kata Malik.

Sementara itu, stoper Persela Arif Satria mengaku siap seratus persen menghadapi Arema FC. Pada laga sebelumnya, Arif diduetkan dengan Jairo Rodrigues Peixito Filho. Dua pemain itu masih diandalkan untuk mengawal pertahanan tim bermarkas di Stadion Surajaya Lamongan tersebut.

‘’Kita akan berusaha untuk bisa mendapatkan poin di sini,’’ kata Arif.

Sementara itu, pelatih Arema FC Milomir Seslija mengaku timnya incaran tim lain. Yakni terlihat ada upaya untuk menginginkan kemenangan dari Arema FC yang menjadi tuan rumah.  ‘’Arema is magnet for everyone team,’’ ujar Milo.

Dia membenarkan tak bisa menurunkan Dedik, Hanif, John A Farizi, Hamka, dan Alfin. Namun, pelatih 54 tahun itu sudah mempersiapkan pengganti pemain yang absen tersebut. ‘’Kita sudah mencari penggantinya yang mulai membangun chemistry dengan pamain lainnya,’’ katanya.

Disinggung Persela yang bakal tampil berbeda, Milo mengaku tak khawatir tentang hal itu. Menurut dia, semua hal sama dalam sepak bola. Salah satunya pemain yang akan diturunkan oleh Persela nanti, sama seperti di laga sebelumnya.

‘’I don’t think so (saya tidak berpikir begitu). Tidak ada seorang pun yang bisa mengetahui skor dalam pertandingan. Kemarin kita membuat dua kesalahan, dan menebusnya dengan tiga gol balasan,’’ ujar pelatih berpaspor Bosnia tersebut.

Menurut dia, Persela dihuni pemain yang bagus. Selain itu pelatih yang menangani juga cukup bagus. Bahkan terakhir kali, Persela mampu mengalahkan Arema FC di liga.

‘’Mereka memiliki pemain berposisi di sayap yang bagus. Tapi kita termotivasi dengan dukungan penuh dari Aremania,’’ imbuhnya.

Milo mengamati pertandingan pertama saat Persela menang atas Persita. Namun, Arema FC juga memiliki spirit berlipat dari hasil dramatis menghadapi Barito Putera lalu. ‘’Kita memiliki spirit tinggi untuk memenangkan pertandingan lagi,’’ katanya kepada sejumlah awak media.

(bj/ind/yan/jar/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia