Minggu, 26 May 2019
radarbojonegoro
icon-featured
Lamongan

189 Rumah Kebanjiran di Laren

09 Maret 2019, 10: 30: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

SIAGA MERAH: Ketinggian air di wilayah Babat dan Laren sudah masuk siaga merah.

SIAGA MERAH: Ketinggian air di wilayah Babat dan Laren sudah masuk siaga merah. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

LAREN – Banjir akibat luapan Bengawan Solo meluas. Hingga kemarin (8/3), terdata 189 rumah pada delapan desa di Kecamatan Laren kebanjiran.

‘’Banjir ini yang paling tinggi dibanding beberapa tahun kemarin di Laren,’’ kata Camat Laren, Naim.

Ketinggian air pada papan duga di Kecamatan Babat mencapai 8,14 peilschaal dan siaga merah. Sedangkan papan duga di Kecamatan Laren 5,67 peilschaal dan papan duga Karanggeneng 4,32 peilschaal. Semuanya siaga merah. 

Menurut Naim, ketinggian air beberapa tahun lalu maksimal mencapai 5,53 peilschaal. Sebagian warga khawatir adanya kenaikan air lagi.  ‘’Sangat khawatir luapan Bengawan Solo semakin meningkat,’’ ujarnya.

Rincian yang kebanjiran itu, 82 rumah di Desa Plangwot, 11 rumah di Desa Duri dan Siser, 13 rumah di Keduyung, 64 rumah di Sanggrahan, 7 rumah di Mojoasem, 15 rumah di Bulutigo, dan 40 rumah di Desa Laren. Air yang masuk kerumah paling tinggi sekitar 1 meter.

Dua tenda posko saat ini didirikan di Sudetan Plangwot untuk korban banjir. ‘’Tenda tersebut untuk posko saja, melakukan pemantauan ketinggian air. Bukan untuk pengungsian warga,’’ tuturnya.

Kapolres Lamongan, AKBP Feby Dapot Perlindungan Hutagalung mengatakan, beberapa anggotanya sudah mendirikan posko penjagaan, tak jauh dari lokasi banjir. Ada beberapa paket sembako yang disediakan di posko penjagaan.

‘’Melakukan penjagaan di posko penjagaan hingga benar – benar sudah mengalami penurunan (air),’’ katanya. 

(bj/mal/yan/jar/min/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia