Minggu, 17 Nov 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

500 Pemilih Pindah Kota

08 Maret 2019, 17: 15: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

ilustrasi

ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

TUBAN – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Tuban mencatat, 537 pemilih yang memastikan diri tidak menggunakan hak suaranya di wilayah Tuban pada pemilu 17 April mendatang. Jumlah tersebut berdasarkan data pengajuan formulir A5 atau pindah memilih yang diterima KPUK Tuban.

Divisi Data KPUK Tuban Nur Hakim mengatakan, data permohonan pindah tempat pemungutan suara (TPS) di Bumi Wali merupakan hasil verifikasi tahap awal yang dilakukan KPUK Tuban pada 18 Februari lalu. Rinciannya, 393 pemilih laki-laki dan 144 pemilih perempuan.

Disampaikan Hakim, selain menerima pengajuan pindah mencoblos ke kabupaten/kota lain, KPUK Tuban juga menerima pengajuan pindah memilih dari luar daerah ke Tuban, serta pengajuan pindah memilih beda daerah pemilihan (dapil), tapi masih dalam wilayah pemilihan Kabupaten Tuban.

Namun, jumlahnya masih kalah banyak dengan warga Tuban yang mengajukan pindah TPS ke daerah lain.

‘’Secara keseluruhan (baik dari luar Tuban maupun hanya pindah dapil, Red) jumlahnya sebanyak 442 orang, dengan rincian pemilih laki-laki 340 orang dan pemilih perempuan 102 orang,’’ terang Hakim.

Praktis, jika dibandingkan dengan warga Tuban yang ‘’melepaskan’’ diri untuk pindah domisili TPS ke luar daerah, masih kalah banyak. Dengan demikian, jumlah pemilih di Tuban bakal berkurang.

Masih dikatakan Hakim, jumlah pemilih pindah domisili yang selanjutnya masuk dalam daftar pemilih tambahan (DPTb) tersebut masih memungkinkan bertambah. Sebab, KPU masih memberikan toleransi pengurusan A5 atau pindah memilih hingga 17 Maret mendatang. ‘’Secara pasti berapa DPTb yang masuk dan keluar (pindah TPS ke luar Tuban, Red) setelah 17 Maret mendatang,’’ tandas mantan aktivisi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) itu.

Sekadar diketahui, pengurusan dokumen A5 merupakan pelayanan pindah memilih. Pada tahap pertama, KPU memberikan batas waktu mengurus formulir pindah lokasi memilih pada 17 Februari lalu. Selanjutnya diperpanjang hingga 17 Maret.

Formulir A5 diperuntukkan bagi pemilih yang tidak bisa pulang dan mencoblos di TPS sesuai dengan identitas yang dimiliki. Sehingga, dengan formulir A5 ini, mereka masih bisa menggunakan hak suaranya di TPS terdekat. Syaratnya, cukup menunjukkan e-KTP atau surat keterangan (suket) pengganti e-KTP dan kartu keluarga (KK). Pemilih yang hendak pindah TPS bisa mengurus formulir A5 di panitia pemungutan suara (PPS) atau langsung datang ke kantor KPU setempat.

Tentu, ada konsekuensi bagi pemilih yang pindah TPS. Misalnya, bagi pemilih yang pindah memilih lintas provinsi, maka hanya bisa menggunakan hak suaranya untuk pilpres. Kemudian, bagi pemilih yang pindah dapil DPR RI, tapi masih di lingkup satu provinsi, maka hanya bisa menggunakan hak suaranya untuk pilpres dan pemilu DPD. Sedangkan bagi pemilih yang pindah luar dapil DPRD provinsi, tapi masih dalam lingkup DPR RI, maka hanya bisa memilih pilpres, DPD, dan DPR RI. Selanjutnya, bagi pemilih yang hendak pindah TPS keluar dari dapil DPRD kabupaten/kota, maka hanya bisa memilih pilpres, DPD, DPR RI, dan DPRD provinsi. Sedangkan hak suaranya untuk pemilu DPRD kabupaten/kota tidak bisa digunakan. (tok/ds)

(bj/ds/tok/yan/ai/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia