Minggu, 26 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Features
Reni, Atlet Lari Nasional Asal Tuban

Olahraga Sembuhkan Sakit Tifusnya

Oleh: YUDHA SATRIA ADITAMA

07 Maret 2019, 20: 06: 39 WIB | editor : Amin Fauzie

BERPRESTASI: Reni, atlet lari yang jadi langganan juara sejumlah kompetisi level provinsi dan nasional.

BERPRESTASI: Reni, atlet lari yang jadi langganan juara sejumlah kompetisi level provinsi dan nasional. (YUDHA SATRIA ADITAMA/JAWA POS RADAR TUBAN)

REKOR tercepat yang pernah diraih Reni Putri Sawitri 12,75 detik untuk lari 100 meter. Rekor tersebut hingga kini belum pernah pecah di Tuban. Sehingga untuk kompetisi lari cepat level kabupaten, hampir dipastikan Reni selalu menguasai. Sehingga, dia sering menjadi wakil Bumi Wali di berbagai kompetisi lari level  provinsi maupun nasional. ‘’Mulanya saya sering lari hanya karena ingin sehat. Tak sedikit pun terpikirkan jadi atlet,’’ tutur siswi SMAN 5 Tuban itu.

Reni sapaan akrabnya menceritakan, saat duduk di bangku sekolah dasar (SD) dia sering terserang demam tifoid atau tifus. Sudah tak terhitung berapa kali dia harus keluar masuk rumah sakit. Sejak saat itu, Reni mulai memiliki kesadaran tentang pentingnya olahraga. Yang terbersit di pikirannya adalah lari. Selain murah dan mudah, olahraga tersebut bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun. ‘’Sebelum jadi atlet, saya sakit-sakitan,’’ tutur dia.

Setelah rutin berolahraga dan ikut kompetisi, Reni justru tak pernah terserang tifus dan penyakit berat lainnya. Sejak saat itu, kedua orang tuanya mendukung penuh agenda latihan rutin larinya. Tujuannya, selain membuat tubuh bugar sekaligus mematangkan persiapan untuk kompetisi mulai jenjang kabupaten hingga nasional. ‘’Bagi saya, lari itu hobi sekaligus ladang prestasi. Juga membuat tubuh tetap sehat,’’ tutur alumnus SMPN 1 Semanding ini.

Ketika lari pagi atau sore hari, Reni sering bertemu dengan para atlet dari Ronggolawe Athletic Club (RAC), komunitas para atlet lari yang bermarkas di Semanding. Karena ingin punya teman berolahraga, dara berjilbab ini akhirnya sering ikut lari bareng. Setelah sebulan berjalan, Reni memutuskan untuk bergabung dengan klub tersebut. ‘’Pelatih dan teman-teman RAC pun mendorong agar ikut kompetisi. Alhamdulillah hampir selalu bawa pulang piala,’’ ujar dia.

Sudah tak terhitung berapa banyak piala kompetisi lari yang dijuarai Reni. Terbaru, juara 1 lari 100 meter (m) Olimpiadde Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Provinsi 2018 di Surabaya, juara 3 lari 100m Kejurda Jatim Open 2018 di Lapangan Tor Surabaya, dan peringkat 5 O2SN nasional 2019 di Medan. Selain kompetisi lari tunggal, Reni juga pernah menjadi juara 1 lomba estafet 4 x 100 m pada Kejuaraan Nasional di Gedung Olahraga (GOR) Bung Karno dan juara 1 lomba estafet 4 x 100 m di Bogor.

Atas prestasi tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban dan SMAN 5 Tuban memberi apresiasi berupa beasiswa hingga lulus. Karena itu, selama menempuh pendidikan, siswi asal Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding ini hanya perlu mengeluarkan dana untuk bayar buku dan sejumlah keperluan belajar kelompok. ‘’Uang hadiah lomba saya kumpulkan untuk bayar buku dan uang saku,’’ kata dia.

Anak pasangan Rohman – Darwati ini mengaku terbantu banyak dari hobi larinya tersebut. Selama ini, ayahnya hanya penjual serabi. Sementara Darwati, ibunya tak bekerja.

Reni mengakui jika tak dibantu beasiswa dan hadiah lomba, dia pesimistis bisa melanjutkan sekolahnya hingga jenjang SMA.

(bj/yud/ds/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia