Minggu, 18 Aug 2019
radarbojonegoro
icon featured
Features

Lukis Kayu di Entong, Bentuk Karikatur hingga Bergaya Western

oleh: Bhagas Dani Purwoko

05 Maret 2019, 16: 45: 48 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

UNIK: Lukis kayu bergaya western memikat banyak konsumen. Selain jadi kado, biasanya dijadikan hiasan interior rumah.

UNIK: Lukis kayu bergaya western memikat banyak konsumen. Selain jadi kado, biasanya dijadikan hiasan interior rumah. (Bhagas Dani Purwoko/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO - Ada banyak cara mengisi waktu luang, tergantung hobi dan keahlian. Salah satunya melukis. Ratih Widi Prabawani memilih melukis di entong (alat mengabil nasi) berbahan kayu pinus. Bagi perempuan warga Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Kota, itu melukis di kanvas sudah terlalu umum ketika dijadikan hiasan di rumah.

Jawa Pos Radar Bojonegoro berkesempatan bertemu Ratih sapaannya. Ia menyambut hangat seraya berbincang di ruang tamu rumahnya. Ia pun mengambil beberapa hasil karyanya. Kesan awal melihat karyanya, tentu unik. Karena pemilihan warna lukisannya cukup cerah. Jadi mewakili gambar memiliki kesan membahagiakan.

Ratih mengaku sejak kecil suka dan ikut lomba menggambar. Karena saat ini menjadi ibu rumah tangga (IRT), ia ingin menyibukkan dirinya melukis kayu. Setidaknya, bisa menjadi ceruk bisnis yang baru tinggal di Bojonegoro 6 bulan lalu.

Sedikit cerita, awalnya Ratih berdomisili di Jogjakarta. Namun karena menikah dengan pria asal Bojonegoro, akhirnya mengikuti tambatan hatinya. Ia merasa lukis kayu masih baru di kalangan Bojonegoro. Karena itu, ia ingin menginspirasi anak-anak muda lainnya ikut berkarya dengan media kayu pinus.

“Kalau di luar kota kan sudah banyak. Tapi semoga saja kelak bisa jadi inspirasi buat teman-teman di Bojonegoro,” tegasnya.

Karena masih belum begitu dikenal, pemesanan lukis kayu Ratih banyak datang dari luar kota. Biasanya dipesan untuk kado wisuda. Suvenir pernikahan dan hiasan interior rumah. 

“Target pasarnya sih menengah ke atas mas, jadi bisa dipakai hiasan rumah. Jadi tidak sekali momen saja desain yang saya buat,” jelasnya.

Terkait desain gambar, Ratih membebaskan konsumennya. Namun, sejauh ini gambarnya tidak jauh dari gaya western, karikatur, chibi, anime, dan sketsa wajah. “Satu entong perkiraan tiga jam selesai,” kata alumni mahasiswi sastra Jepang UGM 2014 itu.

Alasan memilih kayu pinus sebagai media lukisnya karena cat acrylic bisa meresap. Sedangkan, kalau kayu jati justru mudah terkelupas. Selain itu, bahan entong di wilayah Bojonegoro sangat mudah. Banyak dijual di pasar. 

Dia juga berencana untuk mencoba media lain seperti telenan kayu. “Saya jamin kalau lukis kayu saya tidak bisa luntur atau mengelupas, karena meresap,” imbuhnya.

Ratih berharap lukis kayu makin dikenal banyak orang. Semakin banyak terinspirasi tentu bukan masalah. Karena dia merasa seperti menekuni hobi saja. Tidak terbebani apabila muncul pesaing. 

“Makin banyak yang terinspirasi tentu makin bagus kok,” ucap dia.

(bj/gas/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia