Rabu, 17 Jul 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Heboh Foto 16 Gadis Diedit Bugil

05 Maret 2019, 16: 41: 18 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

ASUSILA: Kapolres AKBP Ary Fadli didampingi Kasatreskrim menunjukkan barang bukti foto senonoh. Tersangka (baju oranye) hanya tertunduk.

ASUSILA: Kapolres AKBP Ary Fadli didampingi Kasatreskrim menunjukkan barang bukti foto senonoh. Tersangka (baju oranye) hanya tertunduk. (Bhagas Dani Purwoko/Jawa Pos Radar Bojonegoro)

Share this      

BOJONEGORO - Sebanyak 16 anak menjadi korban foto bugil. Eko Purwanto, 35, mengambil foto wajah korban tersebut melalui Facebook (FB). Lantas mengedit dan digabungkan dengan badan bugil yang diambil dari internet.

Aksi lelaki warga Desa Beji, Kecamatan Kedewan, itu cukup aneh. Setelah editan, foto-foto bugil tersebut dikirim kepada korban. Lalu korban diancam dengan berbagai motif. Ulah Eko Purwanto pun terendus. Tersangka ditangkap polisi. 

Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli mengatakan, penangkapan tersangka berdasarkan aduan orang tua korban yang resah tindakan tersangka. Foto-foto asli korban didapat dari Facebook. Kemudian, foto asli hanya di-crop wajahnya lalu digabung foto bugil perempuan lain dari internet. 

“Tersangka mengaku mengedit foto-foto itu menggunakan aplikasi smartphone Face Blender,” katanya Senin(4/3).

Selanjutnya, foto-foto korban telah di-edit bugil tersebut dikirimkan ke korban melalui WhatsApp. Tersangka mengaku sebelumnya tidak pernah mengenal korban sebanyak 16 gadis. Rerata korban  berusia 16 tahun ke bawah. Korbannya berasal dari Kecamatan Dander, Tambakrejo, Ngambon, dan Purwosari.

Setelah dikirim, ancaman tersangka beragam. Selain memeras uang, tersangka juga mengajak video call lalu dijadikan bahan untuk onani. “Hasil pemeriksaan, motivasi tersangka diawali karena iseng dan ada juga kemungkinkan pelaku mengalami kelaninan seksual,” tegas Kapolres.

Namun ternyata, segala aksi jahat tersangka akhirnya terungkap. Enam orang tua korban melaporkan tersangka. Tetapi, ada juga korban-korban trauma atas kejadian tersebut, karena malu. Bahkan hingga sekarang tidak berani menggunakan smartphone.

“Untungnya ada masyarakat cerdas mengetahui bahwa foto dikirim tidak asli. Hanya hasil editan. Sehingga tersangka dilaporkan ke pihak berwajib,” terangnya.

Tersangka memiliki satu anak ini pun mendekam di tahanan. Diancam pasal berlapis. Yakni pasal 29 UU Nomor 4 Tahun 2008 tentang Pornografi ancaman minimal 6 bulan dan maksimal 12 tahun. Juga dijerat pasal 27 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman 6 tahun. “Kami juga kenakan UU Perlindungan Anak pasal 80 dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 12 tahun,” tegasnya.

(bj/gas/rij/bet/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia