Jumat, 24 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Blora

Bupati Minta Rapat OPD Tak Gunakan Botol Plastik

05 Maret 2019, 12: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

ilustrasi

ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

BLORA - Bupati Blora Djoko Nugroho akan membatasi penggunaan plastik. Dia meminta setiap organisasi perangkat daerah (OPD) saat penyelenggaraan rapat tidak lagi menyajikan minuman yang menggunakan botol plastik.

Selama ini paling banyak mendominasi sampah plastik. Sampah plastik juga paling sulit diurai.

“Sekarang tidak ada lagi gelas-gelas plastik, silakan diformulasikan dan dikoordinasikan di OPD masing-masing,” ujarnya kemarin (4/3) memperingati Hari Sampah Nasional di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Temurejo, Kecamatan Blora.

Menurut bupati, langkah pertama dilakukan ini akan terasa berat. Tapi bupati meyakini, lama-lama semua OPD akan biasa.  

Selain itu, bupati menyoroti banyaknya jembatan di Blora menjadi tempat sampah umum. Warga sekitar sambil jalan, kerap buang sampah di jembatan.

“Saya kira itu tindakan tidak terhormat. Saya paham, sangat sulit memberi pemahaman dan pengertian perilaku yang demikian itu. Tapi harus dimulai,” tegasnya.

Menurut dia, perilaku demikian membuang sampah sembarangan serta sampah yang menumpuk menjadi sumber kegagalan dalam perolehan Adipura.

“Di TPA ini adalah salah satu tempat paling akhir untuk pembuangan sampah dari segala penjuru, dan menjadi tempat yang menjadi indikator penilaian oleh tim, yang selama ini kita rasakan masih kurang,” imbuhnya.

Sehingga untuk aksi nyata pada tahun ini, TPA diperbaiki. Diberikan truk dan sepeda motor roda tiga untuk kelancaran dan sirkulasi pembuangan sampah.

Bupati mengingatkan bahwa orang yang memahami sampah adalah orang yang tinggi hati dan pikirannya. Hasil secara fisik dan nominal memang tidak ada. Tetapi ini harus kita lakukan.

Bupati dua periode ini meminta kepada dandim, kapolres, lembaga pemerintahan, BUMN dan BUMD, serta PKK dan organisasi wanita lainnya untuk menginstruksikan peduli pengelolaan sampah.  

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Blora Dewi Tedjowati mengatakan, telah melakukan beberapa inovasi di TPA.

Salah satunya adalah pengembangbiakan lalat black soldier flay (BSF) yang manggotnya berperan sebagai pengurai sampah organik. Selain itu, di TPA ini juga telah dibangun instalasi pengolahan limbah batik untuk mengelola limbah yang dihasilkan oleh perajin batik skala rumah tangga.

“Namun saat ini kami baru memfasilitasi Kecamatan Blora dan Jepon. Hanya saja ini menjadi satu-satunya dinas kabupaten/kota di Jawa Tengah yang telah memiliki instalasi pengolahan limbah batik,” terangnya.

(bj/fud/aam/ai/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia