Minggu, 15 Dec 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

Longsor, Akses Montong-Soko Nyaris Terputus

04 Maret 2019, 17: 20: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

PARAH: Kondisi jalan Desa Maindu, Kecamatan Montong yang longsor pasca diguyur hujan deras sejak Jumat (1/3).

PARAH: Kondisi jalan Desa Maindu, Kecamatan Montong yang longsor pasca diguyur hujan deras sejak Jumat (1/3). (Istimewa)

Share this      

TUBAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Montong dan sekitarnya selama dua hari mulai Jumat (1/3) mengakibatkan longsornya jalan poros kecamatan di Desa Maindu, Kecamatan Montong. 

Titik longsor terparah di RT 08/II Dusun Muser. Di titik ini, jalan longsor sepanjang 10 meter (m). Lebarnya lebih dari separo badan jalan yang memiliki lebar 3,5 meter. Kedalaman longsor diperkirakan lebih dari 5 meter karena ikut menggerus pondasi dan plengsengan. Sementara titik longsor berikutnya di dusun yang sama, panjang jalan yang tergerus sekitar 2,5m dengan lebar kurang lebih 2m. Kedalaman longsor di titik ini lebih dangkal, sekitar 3m.

Akibat longsornya titik jalan ini, akses yang menghubungkan jalan Desa Maindu, Kecamatan Montong dengan Desa Klumpit, Kecamatan Soko nyaris terputus.

Jalan yang longsor ini untuk sementara tertutup untuk kendaraan roda empat. Hanya motor yang diperbolehkan melintas. Itu pun diimbau bergantian.

‘’Tercatat dua titik jalan yang parah akibat longsor tersebut,’’ ujar staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Friendi Setiawan ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban.

Menurut Friendi, sekarang ini tim Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitupasna) BPBD Tuban tengah meninjau titik longsor bersama aparat kecamatan dan desa. Dari hasil kaji cepat tersebut, BPBD berencana mengirimkan bantuan material beronjong untuk penanggulangan sementara.

‘’Secepatnya kami berikan material untuk membuat pondasi agar tidak semakin parah. Kalau tidak, hujan deras bisa mengakibatkan longsor susulan lebih parah,’’ ujar Friendi.

Sementara itu, Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Tuban Rustami Harjanto mengatakan, terhitung  awal Januari 2019 hingga sekarang sudah terjadi sembilan bencana tanah longsor.

Dia mengimbau, masyarakat yang berada di daerah pegunungan, khususnya di dekat jurang dan bantaran sungai untuk lebih waspada. ‘’Potensi bencana serupa masih berpeluang,’’ kata dia. 

(bj/rza/ds/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia