Selasa, 25 Jun 2019
radarbojonegoro
icon-featured
Tuban

Terus Upayakan Kekeluargaan Kasus Sales Oppo Kunyah Terasi

04 Maret 2019, 16: 55: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

ilustrasi

ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

TUBAN - Regional General Manager (RGM) Surabaya Outcity, Ojie, mengatakan, upaya damai kepada Gemilang Indra Yuliarti, 24, sales yang melaporkan supervisor dan trainernya ke polisi, adalah wujud kepedulian perusahaan untuk karyawannya. Termasuk meminta Gemilang mencabut laporannya ke polisi. Meski permintaan damai ditolak Gemilang, kata Ojie, perusahaan masih berupaya menyelesaikan permasalahan tersebut. ‘’Oppo menerapkan sistem kekeluargaan, jadi kalau ada permasalahan di lingkup karyawan pasti diselesaikan secara keluarga,’’ ujar dia.

Apa sanksi terhadap supervisor dan trainer area Tuban yang dilaporkan ke polisi? Ojie enggan berkomentar. Menurut dia, seluruh urusan kepegawaian merupakan tanggung jawab perusahaan pusat. Dia hanya ditugaskan Oppo Indonesia untuk mendamaikan kasus tersebut agar tidak berlarut-larut. ‘’Saya hanya menjalankan tugas perusahaan untuk mendamaikan polemik ini, terkait sanksi ke karyawan kami lebih baik konfirmasi ke public relation Oppo Indonesia,’’ kata dia mengakhiri percakapan.

Seperti diberitakan sebelumnya, demi mencapai target penjualan, hukuman tak manusiawi diduga diterapkan supervisor dan trainer terhadap sales smartphone merek Oppo yang bernaung di bawah PT Word Innovate Telecomunication (WIT). Hukumannya, mulai lari belasan kilometer, makan pare mentah, belimbing wuluh, jeruk nipis, cabai, bawang putih, mengunyah terasi, dan garam. Panishment harian tersebut diberlakukan untuk seluruh sales atau bagian pemasaran yang tak memenuhi target.

Persekusi yang diduga dilakukan  supervisor dan trainer Oppo terhadap puluhan sales di wilayah Tuban dan sekitarnya itu berlangsung sejak dua setengah tahun terakhir. Kasus ini Selasa (26/2) lalu terungkap setelah Gemilang Indra Yuliarti, sales salah satu korban hukuman tak manusiawi itu melapor ke Unit IV Satreskrim Polres Tuban.

Gemilang bergabung dengan tim pemasaran Oppo sejak Oktober 2016. Dia mengungkapkan, hukuman tersebut dijatuhkan setiap hari tanpa henti. Jika supervisor tidak berada di Tuban, hukuman tersebut harus direkam format video dengan ponsel dan dilaporkan melalui grup media sosial yang berisi seluruh anggota tim.

Jika diakumulasi, kata Gemilang, rata-rata tiap minggu ada 4 hingga 5 kali hukuman tak masuk akal yang dijatuhkan.  Tidak ada yang berani memberontak, meski beberapa sales  keracunan hingga sakit setelah mengonsumsi makanan tak lazim tersebut.

Selain hukuman tak manusiawi, terkadang supervisor dan jajaran pimpinan area tersebut memberlakukan denda mulai puluhan ribu hingga ratusan ribu. Seluruhnya dikumpulkan para supervisor dengan alasan untuk uang kas.

(bj/yud/ds/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia