Minggu, 26 May 2019
radarbojonegoro
icon-featured
Tuban

Diajak Damai, Sales Oppo Kunyah Terasi Menolak, Ini Alasannya

04 Maret 2019, 16: 45: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

ilustrasi

ilustrasi (AMIN FAUZIE/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

TUBAN – Oppo Indonesia membuktikan janjinya untuk menurunkan timnya ke Tuban. Minggu (3/3), perusahaan smartphone tersebut menugaskan Regional General Manager (RGM) Surabaya Outcity, Ojie, dan legal lawyer company, Antony, untuk menemui Gemilang Indra Yuliarti, 24, sales yang melaporkan supervisor dan trainernya ke polisi terkait hukuman tak manusiawi seperti mengunyah terasi yang dijatuhkan.

Ketika bertemu dengan Gemilang, Oppo meminta yang bersangkutan mencabut laporannya ke polisi.  Sales yang mengungkap hukuman yang diduga melanggar hak asasi manusia (HAM) terhadap sales yang tak memenuhi target penjualan tersebut menolak permintaan itu. Kepada Jawa Pos Radar Tuban, Gemilang mengaku dua kali diajak bertemu RGM dan legal lawyer company.

Pada pertemuan pertama, Gemilang menemui RGM Outcity Oppo Ojie, staf legal lawyer company Anugrah, dan pengacara perusahaan Antony. Mereka bertemu di Cito Resto Wapo Surabaya, Sabtu (2/3 ) sekitar pukul 21.00 hingga tengah malam. ‘’Saya tolak,’’ kata Gemilang menjawab ajakan damai tanpa kompensasi apa pun tersebut.

Merasa pertemuan tersebut tak membuahkan hasil, perwakilan PT World Innovative Telecommunication (WIT) kembali menemui Gemilang di rumahnya Kelurahan Perbon, Kecamatan Tuban, Minggu (3/3) sekitar pukul 10.55. Pertemuan kedua antara Gemilang dan Ojie bersama Antony itu berlangsung sekitar satu jam. ‘’Intinya membahas penyelesaikan kasus ini dengan kekeluargaan, tapi saya tidak mau,’’ tegas Gemilang.

Gemilang menjelaskan, dalam pertemuannya, Oppo meminta dirinya mencabut laporan ke polisi dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur. Perempuan berambut panjang ini mengaku enggan mencabut laporannya ke polisi karena tidak ingin perjuangannya dalam memutus rantai hukuman tak lazim tersebut mentah. ‘’Kalau laporan di dinas tenaga kerja tidak apa damai, tapi laporan ke polres, saya tidak mau damai,’’ kata dia.

(bj/yud/ds/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia