Selasa, 25 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Blora

OPD Blora Disambut Spanduk Nyinyir

04 Maret 2019, 10: 20: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BERNADA NYIYIR: Spanduk yang dipasang di Jembatan Grojokan di Jalan Pemuda bernada nyinyir.

BERNADA NYIYIR: Spanduk yang dipasang di Jembatan Grojokan di Jalan Pemuda bernada nyinyir. (M. MAHFUDZ MUNTAHA/JAWA POS RADAR BLORA)

Share this      

BLORA - Keberangkatan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Blora untuk rapat koordinasi (rakor) di Buleleng, Bali, mendapatkan sorotan dari masyarakat Blora. Kemarin (3/3) saat para petinggi OPD Blora sudah kembali ke Blora malah disambut spanduk dengan nada nyinyir.

Tepatnya di jalan utama Blora. Berada di Jembatan Grojogan Jalan Pemuda terbentang spanduk bertuliskan ‘Selamat datang kembali para pejabat peserta rakor dari Bali ke Blora, ppo hasile lur...?’ Sontak saja spanduk biru dengan tulisan merah itu menarik perhatian pengguna jalan.

Lilik Prayogo, pemasang spanduk ini mengatakan, dirinya memasang spanduk ini karena sangat menyayangkan tindakan para pejabat tersebut. Kenapa untuk rakor saja sampai harus ke Bali. “Padahal untuk akomodasi ke sana itu sangat besar, dan apa yang dihasilkan di sana. Apakah bermanfaat untuk Blora? Kenapa harus ke sana? Di Blora kan juga bisa toh,” terangnya.

Padahal kalau bisa dilakukan di Blora akan membuat keuntungan bagi hotel di Blora.

Sementara itu, Wakil Bupati Blora Arif Rohman menanggapi acara rakor pengendalian operasi kegiatan triwulan 1 tahun 2019 di Buleleng, Bali. Kegiatan itu dengan niatan belajar dan meningkatkan pelayanan kesehatan serta potensi pariwisata di Blora.

Sebab, hari pertama di Bali, rombongan Pemkab Blora mendapat undangan peresmian rumah sakit setempat yang langsung diresmikan oleh kepala daerah setempat. Usai meresmikan, rombongan diajak berkeliling melihat langsung fasilitas dan pelayanan.

“Kita sadari pelayan kesehatan di Blora masih kurang bagus. Kita belajar dari pengelolaan rumah sakit di sana. Dan kita anggap sudah sangat bagus,” tukasnya.

Sedangkan di bidang pariwisata, bentuk alam di Buleleng dengan di Blora hampir sama. Pemkab Blora juga banyak belajar bagaimana cara meningkatkan kunjungan wisata. “Terlebih kita kan juga akan ada bandara udara. Kita ingin kelola betul potensi wisata kita,” jelasnya.

Usai kedua acara tersebut, rombongan kemudian dipertemukan dengan Pemkab Buleleng sebagai pemberi materi untuk OPD-OPD di Blora. “Untuk diketahui, kita minta berhemat. Selama perjalanan di sana gak ada yang naik pesawat. Naik kendaraan dinas melalui perjalanan darat,” imbuhnya.

Arif menjelaskan, output bepergian di Bali bisa disimpulkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan dan potensi pariwisata. Ke depan, Pemkab Buleleng juga akan diundang ke Blora. “Nanti kita datangkan pengelola hotel serta yang berkaitan pariwisata di Blora untuk mendengarkan pengelolaan wisata di Buleleng” terangnya.

Sementara itu, Camat Kedungtuban Dasiran mengatakan, bahwa kegiatan rakor di Buleleng, Bali, hanya perjalanan dinas saja yang dibiayai anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Karena memang itu ada surat resmi.

Saat ditanya soal biaya hotel, dia mengklaim bahwa kantor kecamatan yang dia pimpin tidak menganggarkan. Sehingga, harus menggunakan uang dari kantong pribadi.  “Kalau kantor tidak menganggarkan biaya hotel,” jelasnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Blora Komang Gede Irawadi mengatakan, kegiatan di Buleleng dengan mendatangkan pejabat dari Pemkab Buleleng. “Kita ingin tahu gambaran evaluasi dan monitoring pelaksanaan di tempat di Buleleng,” jelasnya.

Terkait adanya ucapan bahwa kegiatan ini dianggap menghambur-hamburkan uang. Pihaknya masih enggan membuka berapa anggaran yang dipakai. Komang mengatakan, bahwa rakor semacam ini melekat di masing-masing OPD. “Kegiatan rakor ke luar daerah tidak dianggarkan di satu OPD,” jelasnya.

Termasuk dalam kegiatan tersebut untuk biasa penginapan di hotel dibayar juga melalui anggaran OPD masing-masing.

Untuk diketahui, rombongan pejabat Blora terdiri atas 61 pejabat, mulai dari sekda, asisten, staf ahli bupati, inspektorat kabupaten, dinas, direktur RSUD, serta 16 camat se-Blora. Rakor dilakukan di hotel mewah Aneka Lovina Villas & Spa Jalan Kalibukbuk Lovina Beach, Kabupaten Buleleng, Bali.

Rakor tersebut bersamaan dengan resepsi pernikahan anggota keluarga Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora, Made Sudiatmika, di kompleks yang sama. Para pejabat ini juga diundang menghadiri resepsi tersebut pada Sabtu (2/3).

(bj/fud/aam/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia