Selasa, 10 Dec 2019
radarbojonegoro
icon-featured
Tuban

Viral di Medsos, Sales Oppo Kunyah Terasi Terima Banyak Pesan

01 Maret 2019, 16: 42: 30 WIB | editor : Amin Fauzie

ilustrasi

ilustrasi (AMIN FAUZIE/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

TUBAN - Headline berita yang dimuat Jawa Pos Radar Tuban, Rabu (27/2), Tak Tembus Target, Sales Dihukum Kunyah Terasi, benar-benar viral di seluruh media sosial (medsos). Mulai facebook, twitter, instagram, dan WhatsApp. Berbagai komentar pun dilontarkan pengamat bisnis, youtuber, selebritis dunia maya, hingga sutradara terkenal.

Akun instagram @lambe_turah juga turut mengunggah berita di atas dalam versi online. Akun yang memiliki pengikut hingga 6,2 juta itu mengunggah postingannya pada Selasa (27/2) malam pukul 19.00.

Hingga berita ini ditulis Kamis (28/2) pukul 16.05, postingan yang diberi komentar “Wowwww Emejinggggg” itu dikomentari 9.948 warganet. Banyak netizen yang mengecam aksi tidak manusiawi tersebut.

Sutradara film Yowis Ben Fajar Nugros juga turut memberikan atensinya. Dalam unggahanya, dia me-retweet foto koran tentang berita tersebut. Dalam retweet tertulis “Gw pikir cuma hembusan gossip doing. Ternyata sampe masuk koran lokal. Jahat banget sik @OppoIndonesia,” tulisnya yang diikuti emoticon sedih. Unggahan tersebut hingga Kamis sudah mendapat 4.775 retweet, 392 komentar, dan 1.874 favorite.

Demikian dengan pakar gawai pemilik akun @HerrySW. Pengamat gadget nasional pemilik 54.246 pengikut ini juga memberikan perhatiannya. Dengan mengunggah ulang berita dari Jawa Pos Radar Tuban pada akun Twitter dan Instagram-nya.

Perhatian lain dari pemilik akun Twitter @Strategi_Bisnis, @DutaMedan, @Cantonaisme, dan akun pemilik ribuan followers lainnya.

Berita tersebut langsung mendapat komentar dari jutaan netizen. Sebagian besar mengaku tak kaget karena hukuman serupa diduga juga diterapkan pada sales merek yang sama di kota-kota lain. Sejumlah mantan karyawan Oppo pun turut memberikan komentarnya. ‘’Gue dulu makan telor mentah. Dulu pernah kerja di Oppo dan kalo nggak achiv (tembus) target harian kena punishment,’’ tulis mantan sales Oppo pemilik akun @ahzhaf.

Viralnya kabar dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap sales Oppo tersebut dibaca Regional General Manager Oppo Ojie yang kini tengah bertugas di Tiongkok. Ojie memberi kabar akan ke Tuban dalam waktu dekat untuk kroscek fakta di lapangan tentang berita tersebut. Kabar kedatangan salah satu petinggi Oppo di Jawa Timur itu dikirim ke medsos Gemilang Indra Yuliarti, 24. 

Gemilang mengatakan, pasca pelaporan dirinya ke Polres Tuban dimuat Jawa Pos Radar Tuban, banyak pesan yang masuk ke ponselnya. Sebagian besar yang memberi komentar adalah para mantan sales Oppo yang resign setelah mengalami hukuman serupa. Mereka memuji keberanian cewek yang tinggal di Kelurahan Perbon, Kecamatan Tuban tersebut. ‘’RGM saya yang tugas di China juga mengirim pesan, menyatakan akan ke Tuban untuk kroscek,’’ kata dia.

Dara berambut panjang ini mengaku siap menerima konsekuensi apa pun dari Oppo atas tindakannya yang membuka tabir dunia sales ponsel di tanah air. Yang dilakukan, kata Gemilang, untuk memperjuangkan hak para staf marketing agar lebih diperlakukan layaknya manusia. ‘’Saya hanya berjuang agar hukuman ini tidak menjadi budaya salah yang terus berulang,’’ tegas dia.

(bj/ds/yud/yan/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia