Kamis, 18 Jul 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro

Bupati Siap Fasilitasi Carikan Sponsor

01 Maret 2019, 10: 15: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

RAYAKAN GOL: Para pemain Persibo saat merayakan gol bebarapa waktu lalu.

RAYAKAN GOL: Para pemain Persibo saat merayakan gol bebarapa waktu lalu. (M. NURCHOLISH/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

SEHARI sebelum unjuk rasa para suporter kemarin (28/2), manajemen telah mendaftarkan Persibo Bojonegoro pada kompetisi Liga 3 Rabu (27/2). Pendaftaran tindak lanjut manajemen telah bertemu dengan Bupati Anna Mu’awanah.

Maret ini, manajemen harus merancang rencana kerja dan pembiayaan Persibo. Kompetisi tahun ini Persibo tetap menjadi klub profesional. Upaya alih status amatir butuh waktu panjang. Tentu, perihal pembiayaan atau finansial berpotensi masih terjadi.

Sekretaris Persibo Sally Atyasasmi mengatakan, manajemen telah bertemu Bupati, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ali Mahmudi, dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) Dandy Suprayitno, Minggu (24/2) lalu. Berdiskusi tentang langkah-langkah akan diambil Persibo musim ini.

“Kita duduk bersama dan membahas kemungkinan-kemungkinan dukungan dapat diberikan pemkab,” katanya kemarin (28/2).

Lanjut Sally, sapaannya, opsi paling memungkinkan, yakni ada bantuan dari pemkab. Bantuan tersebut tak harus berupa tunai. Namun, membantu mencarikan sponsor. “Bantuan pemkab tidak harus berupa tunai kok. Terpenting bisa membantu komunikasi dengan pihak ketiga ataupun sponsor,” jelas dia.

Namun, lanjut dia, bupati telah bersedia membantu mendukung Persibo. Dengan catatan, manajemen memiliki rancangan rencana kerja dan pembiayaan. “Jika draf rencananya bagus, bupati siap memfasilitasi dan berkomunikasi dengan pihak ketiga. Sehingga bukan menggunakan dana APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah),” ujar perempuan duduk di kursi DPRD ini.

Sehingga, kata Sally, Maret ini manajemen akan fokus membuat draf rencana kerja dan pembiayaan. Sebab, selama dua musim lalu, Persibo tidak mempunyai rencana kerja yang strategis.

“Maret ini kita tidak akan terburu-buru membentuk tim dan mendatangkan pelatih. Kita harus membuat rencana strategis terlebih dulu,” ucap perempuan asal Desa Pekuwon, Kecamatan Sumberrejo.

Penyusunan draf nanti, kata Sally, manajemen akan mengundang kepala dinpora, ketua KONI, dan beberapa suporter. Tentunya, untuk berdiskusi dan mencari solusi hingga draf disepakati.

“Jadi kita ke depan akan duduk bersama dan saling memberi masukan hingga draf rencana final. Dan setelah itu, draf tersebut diajukan ke bupati,” kata dia.

Dalam pertemuan itu, kata Sally, juga membahas opsi alih status menjadi klub dikelola amatir. “Kita pernah membahas hal itu dan memang menjadi salah satu pilihan. Namun, kemungkinan tidak akan terjadi sekarang atau tahun ini,” ucapnya.

Menurut dia, opsi tersebut akan memakan waktu dan langkah yang pasti. Sehingga musim ini Persibo dapat dipastikan tetap dikelola secara mandiri atau profesional. “Dari segi hukum mungkin harus dikonsultasikan terlebih dahulu. Terlebih memasuki pertengahan tahun. Sehingga memungkinkan mendapat Perubahan (P)-APBD atau tidak saya tidak tahu,” jelasnya.

(bj/dny/rij/aam/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia