Selasa, 23 Jul 2019
radarbojonegoro
icon featured
Bojonegoro
Suporter Turun Jalan Datangi DPRD dan Pemkab

Menagih Janji

01 Maret 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

MENDUKUNG: Ratusan suporter Persibo memenuhi jalan di depan pintu masuk kantor DPRD dan Pemkab Bojonegoro, kemarin siang (28/2). Suporter turun jalan ini meminta kejelasan nasib Persibo di kompetisi tahun ini.

MENDUKUNG: Ratusan suporter Persibo memenuhi jalan di depan pintu masuk kantor DPRD dan Pemkab Bojonegoro, kemarin siang (28/2). Suporter turun jalan ini meminta kejelasan nasib Persibo di kompetisi tahun ini. (MUHDANY YUSUF LAKSONO/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

Share this      

BOJONEGORO - Ratusan suporter Persibo memenuhi halaman depan kantor DPRD dan pemkab, kemarin siang (28/2). Bak stadion, suporter tak henti beratraksi layaknya mendukung Persibo kala berlaga. Giant flag, smoke bomb (bom asap), hingga banner terus dibentangkan.

Tujuan suporter turun jalan ingin bertemu dengan Bupati Bojonegoro Anna Mu’awannah. Suporter ingin menagih janji Bupati yang hendak ikut membangkitkan Persibo. Banner bertulisan Jarene Ngopeni terpampang besar.

Chants-chants Persibo menggema di sekitaran gedung DPRD hingga saat elemen suporter bertemu perwakilan pemkab. Namun, suporter belum bisa bertemu bupati ataupun wakil bupati (wabup). Bupati kemarin bertugas di Surabaya.

Saat matahari terasa terik dan gemuruh suporter, Sekretaris Persibo Sally Atyasasmi tiba-tiba hadir menemui suporter. Sally pun mengajak para suporter berjalan dan berdiskusi di pendapa pemkab. Suporter berunjuk rasa setelah upaya bertemu dengan bupati sejak 19 Januari lalu, belum keturutan.

Arif Setyawan, perwakilan elemen suporter mengatakan, aksi ini merupakan keresahan dan kepedulian suporter agar Persibo tidak seperti dua musim sebelumnya. Suporter ingin Persibo harus lolos ke Liga 2 musim ini. Sehingga pemkab harus memiliki kepedulian akan hal itu.

“Kita ingin kepastian, jangan sampai Persibo musim ini hanya sekadar seremonial dalam mengarungi kompetisi Liga 3,” ucap dia.

Imbuh dia, dua musim ini Persibo tidak didukung oleh pemkab. Sehingga langkahnya terseok-seok dan aspek finansial tidak mumpuni. “Jangan jadikan Persibo hanya sebagai kendaraan politik namun setelah itu ditinggal tanpa kepastian,” jelas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) Dandy Suprayitno mengatakan, jadwal kegiatan bupati sangat padat. Sehingga, jadwal pertemuan suporter urung dihelat. “Karena jadwal padat, minggu kemarin bupati memerintahkan saya memanggil manajemen Persibo terlebih dahulu,” ucapnya.

Diskusi tersebut, kata Dandy, mengarah pada mencari solusi terbaik. Intinya bupati berpesan agar Persibo harus tetap hidup dan menjadi ikon masyarakat Bojonegoro. “Sehingga saya berharap kepada suporter bersabar. Kami akan terus mengagendakan pertemuan berdiskusi dan membuat program yang baik demi Persibo,” ucap dia.

Selain itu, kata dia, bupati memberikan perintah kepada manajemen membuat format perencanaan kerja dan pembiayaan. Dalam pembuatannya, dinpora dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) akan turut membantu.

“Selain itu, setelah ini silakan para suporter menuliskan 10-15 orang perwakilan. Ke depannya akan kita undang berdiskusi perihal format atau program Persibo,” jelasnya.

(bj/dny/rij/aam/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia