Jumat, 24 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Tuban

66 Peserta PPPK di Tuban Ini Terancam Tidak Lolos

26 Februari 2019, 10: 55: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

ilustrasi

ilustrasi (AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)

TUBAN – Dari 303 tenaga honorer kategori dua (K-2) yang mengikuti seleksi tes tulis pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di lingkup Pemkab Tuban, 66 tenaga di antaranya tidak memenuhi ambang batas nilai. Mereka kini hanya bisa berharap ada keajaiban kebijakan lunak dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB).

Tanpa kebijakan baru dari Menpan RB, mereka sulit mendapatkan teken perjanjian kerja. ‘’Dari pengamatan sementara (hasil tes secara online, Red), peserta yang tidak memenuhi ambang batas sebanyak 66 orang,’’ kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tuban M. Nur Hasan kepada Jawa Pos Radar Tuban Senin (25/2).

Selain belum bisa memastikan lolos tidaknya 66 peserta yang tidak mencapai nilai ambang batas tersebut, Nur Hasan juga belum bisa menyampaikan secara terperinci dari formasi tenaga honorer mana saja yang gagal mencapai batas minimal nilai tersebut. ‘’Kepastian hasil (lolos tidaknya peserta, Red) menunggu keputusan resmi dari KemenPAN RB,’’ jelas dia.

Nur Hasan lebih lanjut menegaskan, segala keputusan ada di tangan KemenPAN RB, termasuk keajaiban kebijakan lunak dari pemerintah pusat bagi peserta yang tidak memenuhi nilai ambang batas. ‘’Segala keputusan menunggu kepastian dari KemenPAN RB,’’ tandas dia menjelaskan posisi pemerintah daerah sebagai pelaksana kebijakan.

Salah satu peserta yang tidak memenuhi nilai ambang batas berharap ada kebijakan lunak dari pemerintah. Sehingga, meski tidak berhasil memenuhi passing grade, dia bersama sejumlah tenaga honorer lainnya yang untuk sementara tidak lolos masih bisa menjadi ASN dengan status PPPK.

‘’Saya memang tidak memenuhi nilai ambang batas, tapi kami sangat berharap ada kebijakan yang membuat kami, para honorer yang sudah mengabdi lama ini tetap bisa diangkat menjadi PPPK,’’ tuturnya.

Dia tahu hasil tes karena bisa dilihat langsung di layar komputer setelah mengerjakan secara online.

(bj/tok/yan/ai/min/JPR)

 TOP
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia