Selasa, 25 Jun 2019
radarbojonegoro
icon featured
Sport
Lini Depan Tumpul, Belakang Rapuh

Persela Evaluasi Kesalahan Dasar Pemain

24 Februari 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Amin Fauzie

BERLATIH: Washington Brandao dos Santos sedang latihan di Stadion Surajaya Lamongan.

BERLATIH: Washington Brandao dos Santos sedang latihan di Stadion Surajaya Lamongan. (ANJAR DWI PRADIPTA/JAWA POS RADAR LAMONGAN)

Share this      

LAMONGAN - Kegagalan Persela lolos babak 16 besar Piala Indonesia menjadi pembelajaran bagi seluruh pemain. Seperti diketahui, Persela takluk 0-2 dari tuan rumah Bali United, Jumat (22/2). Laskar Joko Tingkir harus terempas dari turnamen tersebut dengan kekalahan agregat 3-0 dari Serdadu Tridatu.
''Kesalahan elementer masih dilakukan pemain. Itu yang harus kita benahi,'' tutur Asisten Pelatih Persela Danur Dara kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (23/2).
Pelatih asal Malang ini memberi catatan terhadap lemahnya barisan pertahanan Persela. Danur menurunkan Ahmad Birrul Walidain, Jairo Rodeigues Peixito Filho, Arif Satria, dan Eky Taufik Febriyanto pada laga yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta tersebut.
''Dua gol dari Bali United kemarin dari kesalahan pemain  kita sendiri,'' ucap pelatih yang pernah membesut Perssu Sumenep, Madura tersebut.
Danur menjelaskan, di babak pertama pemain belakang salah passing, yang membuat gelandang Bali United Fadil Sausu mendapatkan peluang dan berbuah gol. Di babak kedua hal yang sama terulang, kesalahan passing membuat tim Biru Muda dihukum dengan gol kedua. ''Setelah ini akan kita benahi dalam latihan,'' katanya.
Manajer Persela Edy Yunan Achmadi mengakui jika lini pertahanan perlu mendapat perhatian. Sebaliknya, Yunan juga menilai pada lini lainnya juga belum maksimal.
''Bukan hanya lini belakang, tapi lini tengah dan depan juga perlu dievaluasi,'' terang pria yang juga kabag pembangunan pemkab setempat itu.

Penampilan empat pemain asing juga belum maksimal. Bahkan, Jose Augusto Sardon tak bisa diturunkan karena mengalami cedera. Sehingga, jajaran pelatih harus menurunkan gelandang serang lokal M Hambali Tholib. Ini harus menjadi catatan dari Persela untuk mencari pemain yang tak gampang cedera. Sebab, pada kompetisi resmi nantinya, jadwal padat menanti dengan persaingan antar tim yang sangat ketat.
''Dia (Sardon) kemarin tidak main, jadi kita tak bisa mengetahui kemampuannya,'' ucap Yunan saat dikonfirmasi via ponsel.
Selain itu, Lucky Wahyu yang masih berstatus pemain seleksi tak menunjukkan kontribusi besar. Bahkan, jika diamati permainan gelandang bertahan yang pernah membela Persebaya Surabaya itu tak lebih baik dibandingkan pemain yang dicoret Persela Syahroni.
Sedangkan, Washington Brandao dos Santos juga masih mandul. Striker berpaspor Brasil itu belum sekalipun mencetak gol di dua laga melawan Bali United. Namun, itu tak sepenuhnya kesalahan dari Brandao. Yang perlu dievaluasi yakni dukungan second line. Sebab, di laga sebelumnya Jefry Kurniawan (sayap kiri), Malik Risaldi (sayap kanan) dan M Hambali Tholib minim memberikan suplai terhadap Brandao. ''Melihat dua pertandingan kemarin, kita bakal membidik pemain winger,'' katanya.
Sementara itu, bek kanan Persela Eky Taufik mengatakan, da dan rekan-rekannya perlu berbenah dalam latihan. Sehingga, kesalahan di laga sebelumnya tak terjadi lagi.

''Kita akan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam latihan,'' pungkasnya. 

(bj/ds/ind/jar/yan/min/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia