Minggu, 26 May 2019
radarbojonegoro
icon featured
Lamongan

Truk Kelebihan Dimensi Berlalu Lalang

23 Februari 2019, 09: 30: 59 WIB | editor : Ebiet A. Mubarok

PERLU OPERASI RUTIN: Truk yang melintas di jalan nasional Lamongan – Surabaya.

PERLU OPERASI RUTIN: Truk yang melintas di jalan nasional Lamongan – Surabaya. (Anjar D. Pradipta/Jawa Pos Radar Lamongan)

LAMONGAN - Pengawasan terhadap truk over dimensi  belum maksimal. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan Farikh menyatakan, masih ditemukan truk over dimensi saat beberapa kali melakukan operasi. Tahun lalu, seluruh kepala dishub Se-Indonesia dikumpulkan untuk membahas permasalahan tersebut di Kementerian Perhubungan (Kemenhub). 

''Saya juga masuk dalam divisi over dimensi, over loading (ODOL) di Kemenhub,'' tutur Farikh kepada Jawa Pos Radar Lamongan, Jumat (22/2). 

Truk yang over dimensi menyebabkan overload dan dikhawatirkan bisa merusak infrastruktur jembatan maupun jalan. Farikh mengaku ada beberapa faktor pengawasan pada truk over dimensi. Diantaranya masih ditutupnya jembatan timbang di Lamongan. 

''Yang bisa mengukur muatan berlebih kan Jembatan Timbang. Kalau belum diaktifkan bagaimana tahu kalau ada muatan lebih,'' ucap Farikh. 

Selain itu, terang dia, bak yang dimodifikasi lebih panjang. Sehingga petugas kadang tak bisa mendeteksi. Namun, diakui Farikh, petugas sempat menemukan truk over dimensi saat operasi. Tapi sopir truk ternyata memiliki surat uji kir. Padahal, ketika ada truk yang dimodifikasi seperti itu, seharusnya tidak bisa lulus uji kir. 

''Ada yang kena operasi kendaraan over dimensi, yang dinyatakan lolos oleh kabupaten setempatnya. Itu yang membuat sangat dilematis,'' ucap Farikh saat dikonfirmasi via ponsel. (ind/yan)

(bj/jar/ind/yan/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia